Ini Destinasi Wisata Baru Di Kota Parepare Bikin Kamu Penasaran

PAREPARE, suaraya.news — Kota Parepare Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam lima tahun terakhir memang mengalami peningkatan. Pembangunan di segala sektor mengalami perubahan di kota kelahiran presiden ke 3 BJ Habibie tersebut.

Bangunan Insfratruktur cukup menjanjikan. Terdapat banyak Ikon-ikon kota menjadi destinasi wisata baru di kota yang berjarak 150 kilometer dari ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Mengedepankan kualitas dan nilai estetika menjadi suatu konsep utama pemerintah setempat dalam melaksanakan program pembangunan khususnya pada sektor pembangunan fisik. Hal itupun diakui oleh banyak pihak.

Kepala Bagian Humas Dan Protokoler Kantor Sekretariat Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengatakan, terdapat sejumlah ikon kota yang kini dijadikan warga sebagai destinasi wisata baru di kota Parepare.

“Salah satunya adalah monumen cinta Habibie-Ainun di alun-alun kota. Hampir setiap hari monumen ini dikunjungi warga untuk mengabadikan momen, baik warga lokal maupun dari luar daerah”

Hamka

Di kawasan monumen itu, kata Hamka, juga terdapat hal lain yang dapat menghibur warga khususnya anak-anak.

“Pemerintah sengaja membuka sarana bermain komersil di kawasan itu, disamping membuka lapangan kerja bagi warga, pengunjung juga dapat menikmati jajanan kuliner dimalam hari,”terang Hamka.

 

Tak hanya monumen Habibie-Ainun, ikon kota yang lain yang menjadi destinasi wisata baru di Parepare, yakni hadirnya jembatan penyebrangan Tonrangen River side, di Kelurahan Lumpue, Parepare.

” Jembatan ini memiliki daya tarik karena pencahayaannya begitu indah dimalam hari. Warga pengunjung juga dapat menyaksikan sunset serta keindahan laut ditempat ini,”katanya.

Berbeda lagi dengan ikon destinasi wisata yang satu ini. Lokasinya berada di Kecamatan Soreang, namanya kebun raya jompie.

Kebun Raya Jompie dulu hanya sebatas hutan atau paru-paru kota yang kurang memiliki nilai dimata masyarakat, kesannya tidak terawat.

“Namun dalam lima tahun terakhir pemerintah mampu menunjukkan komitmen dan perhatiannya sehingga hutan jompie berubah status menjadi kebun raya, satu satunya di Sulsel,” ungkap Hamka.

Di kebun Raya Jompie, lanjut mantan Ajudan Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam ini, terdapat banyak macam hal mengenai tumbuhan.

Awalnya, kata Hamka, kebun raya yang memiliki tema tumbuhan pesisir Wallacea ini dibangun melalui penataan kembali kawasan Hutan Kota Jompie seluas kurang lebih 13,5 ha.

Uniknya, pembangunan itu dilakukan tanpa mengubah bentang lahan secara frontal dan tidak mengubah tutupan vegetasi secara ekstrim. Tidak dilakukan pembukaan lahan secara berlebihan, sehingga tumbuhan yang telah ada (tumbuhan nonkoleksi) terus dipertahankan.

“Pemerintah lalu menambah fasilitas berupa bangunan di kebun raya jompie ini agar memudahkan pengunjung nyaman menikmati suasana saat tengah berada di kawasan itu,” kata Hamka.

Hamka menambahkan, tahun 2018 ini pemerintah kota Parepare kembali melakukan inovasi dalam sektor pembangunan insfratruktur. Namun, gagasan pemerintah dalam mengembangkan sektor itu harus berbanding lurus dengan pembangunan keummatan.

“Ya, Walikota telah menekankan bahwa konsep pembangunan infrastruktur harus berbanding lurus dengan pembangunan ummat,” tutup Hamka. (ha)