Medical Tourism, Parepare Masa Depan

“Pertumbuhan Ekonomi wilayah Ajatappareng bagian pertama”

Kota Parepare agar menjadi kota metropolis perlu dikembanganmenjadi konsep kota “medical chek-up and tourisme” sebagai sumber-sumber PAD seperti yang diterapkan konsep tersebut di kota Kuching Serawak Malaysia Timur.


Penulis : Nursaid, pegawai KPPN Parepare

Selayang Pandang Kota Parepare

Kota Parepare merupakan salah satu daerah pusat pertumbuhan ekonomi baru, menuju kota metropolis di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan bagian utara, yang jarak tempuh kurang lebih 150 km dari Kota Makassar yang dipimpin oleh seorang walikota dan seorang wakil walikota, Kota Parepare meliputi 4 kecamatan dan 22 kelurahan total luas 99,33 km2 yakni : Kec.Bacukiki (luas 66,70 km2), Kec. Bacukiki Barat (luas 13,00 km2), Kec. Ujung (luas 11,30 km2) dan Kec. Soreang (luas 8,33 km2) dari segi jumlah penduduk pada awal tahun 2015 menurut data BPS jumlah 138.699 jiwa.Kota Parepare dapat juga disebut kota pelabuhan, karena terdapat pelabuhan laut untuk barang (kargo) dan penumpang orang (yang dilintasi oleh PT.PELNI).

Saat ini wajah kota berubah menjadi kota metropolis dengan pembangunan infrastruktur kota, penataan kembali ruang terbuka hijau, pembuatan taman-taman kota, renovasi pasar senggol, pembangunan tanggul sungai “tonrangen river side”, penataan lokasi pedagang kaki lima, adanya proyek pendestrian trotoar di jalan-jalan utama seperti Jl. Hastom, Jl. Baumassepe, Jl.Andi Makkasau, Jl. Sudirman, Jl. A.Yani, kemudian dipercantik lagi dengan pot-pot bunga dan lampu-lampu hias, yang menyala dimalam hari termasuk di sekitar lapangan Andi Makkasau sampai dengan Jl. Karaeng Burane(depan Bri Cab.Parepare), selain dipercantik dengan taman kota, lapangan Andi Makkasau kini menjadi “ Andi Makkasau Park” Kota Parepare telah berdiri mega ikon kota “Patung Cinta Sejati Ainun-Habibie di pusat kota di sudut lapangan Andi Makaasau (Andi Makkasau Park) karena di kota inilah lahir seorang Presiden R.I. ke 3 yakni bapak Prof.Dr.Ir. H. B.J. Habibie. Kota Parepare letaknya cukup stratergis persis di tengah-tengah wilayah NKRI dari Sabang hingga Marauke dan dari Pulau Talaut hingga pulau Rote terbukti dengan berdirinya gedung Stasiun Bumi Penginderaan Jarak Jauh LAPAN di Kota Parepare ini. Di sisi lain dari segi pelayanan keamanan dan kesehatan ada program call centre 112 pemkot Parepare yang melayani 24 jam.

Pemerintah Kota Parepare optimis pertumbuhan ekonomi meningkat beberapa tahun ke depan untuk kesejahteraan masyarakatnya, berdasarkan data BPS pada Mei 2016 tingkat inflasi 0,65 %. Sejak tahun 2014 laju pertumbunan ekonomi diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional dan Provinsi Sulsel. Parepare berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi 8,47%, sedangkan tingkat Provinsi Sulsel 7.65 % dan Nasional 5,1%.Hal ini menunjukkan bahwa salah satu indikator untuk melihat pembangunan suatu daerah adalah tren positif tingkat pertumbuhan ekonominya.

Laju pertumbuhan ekonomi sejak 3 tahun terakhir (2015-1017) cukup signifikan yang didukung Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) semakin baik pula. Sebelumnya pada tahun 2013 s.d. 2014 LKPD oleh Bepeka masih opini disclaimer, selanjutnya kini telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)dengan harapan siapapun yang terpilih menjadi walikota parepare pada pilkada serentak pada tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang wajib mempertahankan opini WTP menjadi tolok ukur kota yang good governance and clean goverment, bravo kota Parepare, selamat hari jadi ke-58.

Sumber-sumber PAD kota parepare harus terus digali, karena kota parepare tidak mempunyai sumber daya alam, seperti Kab. Luwu Timur dengan kekayaan tambang Nikel-nya, namun demikian PAD tahun 2017 diatas Rp.140 Milyar, yang berasal dari pajak, retribusi daerah dan layanan RSUD Andi Makkasau Rp.80 Milyar (sekitar 57%), oleh karena itu kota parepare harus di kembangkan menjadi kota metropolis yang mempunyai Rumah Sakit yang bertaraf internasional dengan konsep medical check-up and tourisme” seperti yang diterapkan konsep tersebut di kota Kuching Serawak Malaysia Timur. Dengan telah dibangunnya Rumah Sakit Hainun Habibie (berlantai 7, realisasi 40%) di dukung kawasan wisata bahari dan Torangen River Side di sekitar pantai Lumpue, artinya orang dapat berobat sekaligus berwisata, misalnya dilengkapi a computed tomography scan (CT-Scan) dan layanan cuci darah seperti yang telah dimiliki oleh RSUD Andi Makkasau, dengan adanya Rumah Sakit bertaraf Internasional, turis domestik dapat berobat sambil berwisata bahari, sambil menikmati kuliner khas Parepare (roti mantau,dll). Terobosan dan Inovasi harus dilakukan untuk peningkatan PAD, termasuk menambah obyek wisata baru seperti Taman Mattirotasi (menyerupai pantai losari di kota Makassar) dan “Kebun Raya Jompie” Kota Parepare (menyerupai kebun raya Bogor) yang telah di lounching pada tanggal 28 November 2017 lalu. Di sisi lain kekurangan di kota ini adalah belum adanya stasiun televisi hal ini dapat diwacanakan dengan mengusulkan pembangunannya kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemeninfo), dimana kondisi saat ini masih ketergangtungan dengan TV kabel dan dari segi pembangunan kesehatan melalui alokasi DAK Fisik bidang kesehatan diharapkan ada peningkatan status puskesmas biasa menjadi puskesmas rawai inap. PAD Kota Parepare nilainya memang tidak seberapa, tetapi pertumbuhannya 100 % lebih. PAD tahun 2013 hanya sekitar 67 Miliar kemudian tahun 2014 melonjak menjadi 110 Miliar dan tahun 2015 menjadi 122 Milyar.

 Berdasarkan Data BPS; laju inflasi Kota Parepare dapat terkendali. Pada akhir bulan Februari 2018 Kota Parepare mengalami inflasi 0,05 % dengan indeks Harga Konsumen (IHK) 128,09. Dari 5 kota IHK di Sulsel, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Sulsel terjadi di kota Palopo yakni 0,58 %, sedangkan inflasi terendah adalah kota parepare 0,05 % yang disebabkan oleh naiknya beberapa kelompok pengeluaran, antara lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok sebesar 0,02 %, kelompok perumahan air,listrik,gas dan bahan bakar 0,64%; kelompok sandang 0,45 %; dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,11 %; Sedangkan kelompok komuditas bahan makanan mengalami deflasi sebesar -0,57%.Berdasarkan Data BPS, pada bulan Maret 2017, Sulsel mengalami deflasi 0,18 %, dengan IHK 127,84. Dari 5 Kota IHK Sulsel seluruh kot mengalami deflasi, deflasi tertinggi di Parepare -0,45 % dan deflasi terendah di bulukumbah dan Makassar -0,16%.Pada bulan Maret 2016, Sulsel mengalami inflasi 0,08 % dengan IHK 123,62. Dari 5 kota di Sulsel mengalami inflasi, sedangkan 2 kota deflasi. Deflasi tertinggi di parepare sebear -0,90% dengan IHK 119,77 dan Inflasi tertinggi terjadi di kota Palopo sebesar 0,25% dengan IHK 121,60.

Peran KPPN dalam penyaluran APBN untuk Kota Parepare.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Parepare kepada satker Instansi Vertikal Kementerian Lembaga (K/L). KPPN Parepare mempunyai wilayah kerja mulai dari Kab.Barru, Kota Parepare, Kab. Pinrang, Kab. Sidereng Rappang dan Kab. Enrekang (wilayah Ajatappareng).KPPN selaku perpanjangan Menteri Keuangan selakuKuasa Bendahara Umum Negara (BUN) dengan menyalurkan dana APBN instansi vertikal kementerian/lembaga yang mempunyai dokumen pelaksanaan anggaran yang disebut DIPA. Peran KPPN Parepare sangat strategis dalam pengelolaan dana APBN baikdari sisi penerimaan negara maupun dari sisi Belanja Negara. Dari sisi Penerimaan Negara senantiasa berkordinasi dengan KPP Pratama dan bank/pos persepsi terkait dengan aplikasi MPN-G2 dan setoran penerimaan negara lainya juga senangtiasa melakukan sosialisasi/bimtek/workshop secara berkala kepada para satker wilayah pembayaran KPPN dan juga membuka layananan CSO, ada mini treasury learning center (TLC) serta memanfaatkan SMS center dan gruop WA kepada stakeholders. Pelayanan di KPPN Parepare dilaksanakan dengan cepat, tranparan, akuntabel dan tanpa biaya sehingga proses percepatan penyerapan anggaran dapat tercapai sesuai target, secara tepat jumlah dan tepat sasaran.

Sejak TA 2017 telah pula menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa untuk wilayah ajatappareng, kecuali Kota Parepare hanya mendapatkan alokasi DAK Fisik tidak mendapatkan alokasi Dana Desa.Total pagu DAK Fisik dan Dana Desa termasuk ABPN-P TA 2017 yang disalurkan di wilayah ajatapperang oleh KPPN Parepare sebesar Rp. 1.140.554.344.000,- realisasi s.d. Desember 2017 sebesar Rp. 1.076.679.804.519 sisa cukup besar Rp. 63.874.539.481,-. (hal ini disebabkan terlambatnya beberapa kontrak pekerjaan untuk alokasi DAK Fisik). Bagaimana jika ada pemda yang terlambat melakukan kontrak kegiatan DAK Fisik dan belum dialokasikan, solusinya bahwa kegiatan atas kontrak tertentu tersebut menjadi beban pemda itu sendiri ( masuk APBD). Sedang pada TA 2018 ini total DAK Fisik dan Dana Desa untuk wilayah ajatappareng Rp. 881.767.165.000,- realisasi s.d. 12 Maret 2018 sebesar Rp. 22.521.899.800 (realisasi Rp. 11.414.085.000 untuk Dana Desa tahap I/ 20 % Kab.Pinrang dan Rp.11.107.814.800,- untuk Dana Desa tahapI/ 20 %untuk Kab.Sidrap). Sedangkan untuk TA 2018 DAK Fisik dan Dana Desa untuk kota Parepare belum ada realisasi. Disisi lain untuk penyaluran dana bagi satker instansi vertikal Kementerian/lembaga hanya beberapa instansi yang mempunyai belanja modal yang cukup besar untuk pembangunan gedung kantor dan pembangunan gedung pasar antara lain :

Satker STAIN Parepare (307381) pada TA 2016 mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.18.278.891.000,- realisasi Rp.4.072.997.000 sisa Rp. 14.205.893.800; TA 2017 STAIN Parepare mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.61.132.009.000,- realisasi Rp.60.828.553.741 sisa Rp. 303.455.059 artinya pada TA 2017 yang lalu satker STAIN telah merealisasikan pembangunan gedung kampus termegah di kota parepare, selanjutnya untuk TA 2018 ini pembanguan berlanjut dengan pagu belanja modal Rp. 54.072.720.000 realisasi s.d. minggu pertama Maret 2018 sebesar Rp. 208.000.000,- sisa Rp. 53.864.720.000,- yang diharapkan dapat direalisasikan seluruhnya sampai dengan akhir tahun anggaran.

Satker KPP Pratama Parepare (410600) pada TA 2016 mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.5.388.175.000,- realisasi Rp.5.132.039.000 sisa Rp. 255.236.000; TA 2017 KPP Pratama Parepare (410600) mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.11.187.230.000,- realisasi Rp9.533.753.000 sisa Rp. 1.653.477.000 artinya pada TA 2017 yang lalu satker KPP Pratama Parepare telah merealisasikan pembangunan gedung kantor baru tahap I berlantai 3 di Kota Parepare, selanjutnya untuk TA 2018 ini pembanguan berlanjut dengan pagu belanja modal Rp. 21.670.114.000,- realisasi s.d. minggu pertama Maret 2018 sebesar Rp. 3.780.000,- sisa Rp. 21.666.334.000,- yang diharapkan dapat direalisasikan seluruhnya sampai dengan akhir tahun anggaran.

Satker Dinas Perindag/Koperasi/UMKM Kota Parepare (410600) pada TA 2016 mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.6.340.520.000,- realisasi Rp.149.440.000 sisa Rp. 6.191.080.000; sisa cukup besar berarti belum ada pembangunan fisik gedung; TA 2017Dinas Perindag/Koperasi/UMKM kota Parepare mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.6.264.970.000,- realisasi Rp6.553.580.000 sisa Rp211.390.000 artinya pada TA 2017 yang lalu satker ini telah merealisasikan pembangunan gedung pasar tradisional “ Pasar Sumpang”di kota parepare, namun hingga saat ini belum difungsikan.Selanjutnya untuk TA 2018 satker yang bersangkutan tidak lagi mendapatkan belanja modal.

Satker Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Kota Parepare (526601) pada TA 2016 mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.5.822.189.000,- realisasi Rp.5.819.469.100,- sisa Rp. 2.719.900; TA 2017 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Kota Parepare mempunyai pagu belanja modal sebesar Rp.1.758.917..000,- realisasi 1.775966.700,- sisa Rp. 2.950.300 artinya pada TA 2016 dan 2017 yang lalu satker ini telah merealisasikan pembangunan gedung kantor Karantina Hewan di Kota Parepare, selanjutnya untuk TA 2018 ini pembangunan berlanjut dengan pagu belanja modal Rp. 1.074.000.000,- realisasi s.d. minggu pertama Maret 2018 sebesar Rp. 142.669.000,- sisa Rp. 931.331.000,- yang diharapkan dapat direalisasikan seluruhnya sampai dengan akhir tahun anggaran.

Dari keempat satker diatas yang mempunyai belanja modal yang bersumber dari dana APBN TA-2016, TA-2017 dan TA-2018 memberikan sumbangsi yang cukup signikan pembangunan di kota Parepare terutama Gedung Kampus STAIN Kota Parepare yang arsitektur modern minimalis yang dapat mendukung Kota Parepare menjadi kota pendidikan ditambah lagi adanya beberapa pembangunan gedung perguruan tinggi swasta minimal terakriditasi B dan sekolah-sekolah unggulan, bravo Kota Parepare, semoga dapat diterapkan konsep kota medical check-up and tourisme” insyaallah. Amin yra.