Pinrang Gandeng Kanada Kembangkan Minapolitan Luwita

PINRANG, suaraya.news — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang, menandatangani Memorandum of Understending (MoU) pengembangan Kawasan Pedesaan Minapolitan Luwita bersama Pemerintah Kanada melalui NSLIC.

Itu dikemas dalam bentuk Workshop Konsolidasi Internal Kawasan Pedesaan Minapolitan Luwita, di ruang rapat Bupati Pinrang, Jumat, 20 April 2018.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Bupati Pinrang, Andi Aslam Patonangi bersama perwakilan NSLIC, Musli Amin.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi program Responsive Innovation Fund (RIF) atau Dana Inovasi Responsif dari Pemerintah Kanada. Setelah verifikasi proposal ditetapkan enam daerah di Indonesia sebagai lokasi pilot project RIF, termasuk Kabupaten Pinrang.

Pengembangan kawasan Minapolitan Luwita (Lero, Ujung Labuang, Wiringtasi dan Tasiwalie) yang merupakan inovasi berbasis kawasan, nantinya akan ada pengembangan inovasi pengolahan hasil-hasil perikanan delapan sub kegiatan.

Termasuk inovasi pengolahan dan budidaya rumpu laut dua sub kegiatan dan inovasi pengolahan kawasan kuliner lokal tiga sub kegiatan.

Dan untuk kelanjutan program tersebut diperlukan sinergitas, kolaboratif antara OPD terkait, camat, kades dan masyarakat setempat. Diharapkan jangan ada jarak terkait masalah birokrasinya sehingga bila hal itu sudah berjalan dampaknya untuk kesejahteraan masyarakat setempat,” paparnya.

Sementara Muslih Amin dari INSLIC Cawater mengatakan, di Pinrang merupakan bantuan edukasi yang akan berdampak bagi pengembangan kawasan berkelanjutan.

Program pengembangan kawasan pedesaan Minapolitan Luwita diharapkan akan menarik wisatawan.

Selain Kabupaten Pinrang, lima daerah di Indonesia sebagai lokasi pilot project RIF, di antaranya Banyuwangi (Jatim), Kubu Raya (Kalimantan Utara), Maluku Tengah (Maluku), Lombok Timur (NTB), dan Tabanan Bali. (*)

Penulis: Ukki, Editor: Rusli