Bedah Pencapaian dan Menakar Janji TP 5 Tahun Kedepan

 

 

oleh : Muharram Muchtar

Direktur SUN Institute

Banyak perubahan yang mendasar telah dilakukan oleh calon Walikota Petahana Taufan Pawe saat memimpin Parepare, 4,5 tahun silam sesuai dengan konsep yang dijanjikan sebelumnya. Pembangunan layanan hak dasar masyarakat dari lahir hingga khayat menjadi fokus pertama beliau dalam menata Parepare, dengan setahap demi setahap dibenahi dalam beberapa bulan saat menginjakkan kaki pertama kalinya di Rumah Jabatan Walikota. Bisa dilihat saat beliau membangun etos kerja petugas kesehatan Parepare, setiap ke rumah sakit dan puskesmas baik kunjungan resmi maupun sidak selalu memberikan koreksi dan minta perhatian petugas kesehatan agar bekerja dengan standar kerja yang tinggi, makanya beliau sering marah-marah kepada petugas kesehatan yang dipandang tak cakap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Begitupun dengan kualitas medical yang tersedia.

Belum lagi layanan Call Centre 112 tak terhitung sudah jika layanan ini banyak membantu warga yang membutuhkan layanan medical dan pengantaran jenazah ke makam. Ini semua disajikan dalam konsep gratis tanpa dipungut biaya. Jadi prioritas terhadap layanan dasar tersebut bisa diwujudkan dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Untuk sektor pendidikan beliau menyerukan agar uang komite sekolah dihapuskan, tentu ini mengurangi beban warga dalam menyekolahkan anaknya. Tak cukup sampai disitu fokus beliau usai membenahi layanan hal dsar tersebut, beliau beralih pada sektor sosial kemasyarakatan, penambahan volume beras raskin dari anggaran Pemkot, perhatian terhadap seluruh pemuka agama, pegawai sara, guru mengaji dan pendeta.

Disamping itu perbaikan sanitasi di pasar-pasar tradisional menambah kenyamana warga dan pedagang dalam beraktivitas di pasar. Belum lagi disentra-sentra ekonomi seperti Pasar Senggol dan sepanjang jalan Hastom turut mendapat perhatian dan sentuhan olehnya. Sehingga aktivitas kegiatan perekonomian mikro berjalan dengan baik yang berujung pada meningkatnya PDRB yang berujung pada capaian PAD menjadi semakin maksimal.

Khusus untuk kenyamanan warga beliau mengupayakan penerangan lorong atau lebih dikenal dengan istilah jalan setapak. Serta pembangunan ornamen kota yang bisa dilihat saat ini bagaimana Kota Parepare bersolek laksana kota-kota besar di Indonesia. Ini pencapaian melebihi ekspektasi kita sebagai warga Parepare. Kota ini pun menjadi magnet warga pendatang dari luar kota, karena dipandang lebih maju diberbagai sektoral, sehingga kaum urban memilihnya untuk tempat menetap.

Menakar Janji

Membangun sebuah kota moderen dengan konsep masa depan tidaklah mudah, banyak dinamika dan tantangan harus dihadapi. Kota seperti Parepare dengan masyarakat yang majemuk dan akar budaya masyarakatnya Bugis, Mandar, Makassar, Jawa dan Tionghoa. Untuk itu satu konsep yang telah diletakkan pondasinya oleh Pemerintah Kota Parepare, menjadikan kota kecil ini menjadi kota tujuan wisata. Ini melihat potensi secara geografis sebagai kota centra penghubung untuk menuju Sulsel ke bagian utara dan tenggara.

Sehingga muncullah ide konsep Kota Industri Tanpa Cerobong Asap, sebab dipandang tepat dan efisien dari sisi biaya dan dampak dari lahirnya industri sendiri, karena industri pariwisata tak ada matinya malah makin berkembang pesat diera millenia ini. Jika industri pariwisata di Parepare bergeliat kedepan, maka usaha-usaha kerakyatan pendukung lainnya akan bergerak dinamis, seperti bisnis kuliner, bisnis souvenir serta perhotelan, ini semua akan menjadi satu kesatuan dan tak terpisahkan dalam upaya meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Parepare. Dengan naiknya PDRB otomatis akan mendongkrak PAD jauh lebih baik dimasa-masa sebelumnya.

Memang betul, segala sesuatu butuh proses, pembangunan dilakukan setahap demi setahap yang dilakukan oleh Taufan Pawe, tentu tanpa mengenyampingkan peran Andi Faisal Sapada sebagai Wakil Walikota masa tersebut, beliau telah meletakkan pondasi fundamentalnya mengarah kesana seperti dibangunnya Tonrangeng River Side yang dalam perencanaanya akan membentang sepanjang garis pantai menuju Lumpue, demikian pula Mattiro Tasi akan dipadukan dengan konsep religius Islami, sebab dalam perencanaan kedepan akan dibangun Masjid Terapung. Belum lagi akan dibangun International Waterpool alias kolam renang dengan standar internasional.

Industri pariwisata tak akan maju jika tidak didukung oleh ekonomi kerakyatan, seperti bisnis kerajinan, makanan tradisional dan jasa bisnis pariwisata lainnya. Kelak ini akan menyerap banyak tenaga kerja, dibanding hanya mengharapkan subsidi dan janji bagi-bagi uang dari calon pasangan lain yang tidak mendidik, itupun jika masuk kriteria sebagai penerima subsidi, jika tidak maka sia-sia pengharapan mereka. Bersama TP-PR masyarakat diajak bersama membangun Parepare sesuai kapasitas masing-masing. Sebab pergerakan ekonomi kerakyatan akan bergerak dinamis menyesuaikan dengan infrastruktur yang telah dibangun Parepare, tentu ini penting demi kesejahteraan masyarakat yang mandiri, tanpa harus berharap selalu disubsidi oleh pemerintah. Sehingga pondasi ekonomi masyarakat kokoh dengan adanya penghasilan dari sektor pariwisata.

Jadi apa yang menjadi visi dan misi dalam Pilkada Kota Parepare, Taufan Pawe yang berpasangan kali ini dengan Pangeran Rahim adalah kesinambungan dari apa yang telah dicapai oleh beliau 4,5 tahun yang lalu. Bukanlah sebuah janji muluk-muluk dan mengawang-ngawang menawarkan imajiner tanpa konsep struktural yang jelas. Konsep dan ide beliau itu kekinian, dimana dinamika media sosial sangat cepat, beliau menyiapkan tempat-tempat yang indah agar pendatang dari luar bisa menunjukkan eksitensinya jika berada di Parepare, melalui Facebook dan Instagram, bukankah ini promosi gratis untuk dunia pariwisata bagi generasi millenia.

PNS juga akan ditingkatkan tunjangannya berdasarkan SKPD dengan basis kompetensi. Tidak sampai disitu ibu hamil yang akan disediakan layanan antar jemput ke Puskesmas atau RS Bersalin melalui Call Centre 112. Itu layanan sosial akan ada kunjungan dari petugas kesehatan untuk kalangan lansia. Ini semua bisa bukan sekedar janji tapi tinggalkan menjalankannya saja, jika beliau kembali menjadi pemimpin di Parepare.

Jika mau tahu, apa yang membuat TP-PR lebih menarik untuk dipilih kembali sebagai Walikota dan Wakil Walikota, beliau mampu membangun Parepare dengan pencapaian diatas rata-rata dari kepala daerah di Sulsel saat ini. Tak perlu disebut soal penghargaan lagi, namun apresiasi demi apresiasi telah beliau peroleh dari pemerintah pusat, bahkan telah menjadi model rule alias percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Beliau mampu mengkoordinasikan jajarannya agar bekerja maksimal, serta menggunakan anggaran yang bisa berdampak jangka panjang untuk warga, karena bagi beliau dedikasi dan pengabdian itu penting sebagian bagian goresan sejarah untuk Ajatappareng kelak. (*)