Gugatan Ditolak, Tim Hukum FAS Sesalkan PTUN Buka Sidang

MAKASSAR, suaraya.news — Drama gugatan calon Wali Kota Parepare, Faisal A Sapada (FAS) berakhir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar.

Itu setelah majelis hakim yang diketuai oleh Bambang Soebiyantoro SH MH, dengan dua anggota, Dikdik Somantri SH MH dan Moh Herry Indrawan SSos SH MH memutuskan menolak gugatan FAS dalam sidang dengan agenda putusan sela di PTUN Makassar, Kamis, 1 November 2018.

Majelis hakim berkesimpulan, sidang tidak bisa dilanjutkan ke tahap pembuktian, karena perkara sudah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

MK sudah memutuskan menolak gugatan FAS, dan putusan itu bersifat final dan mengikat.

“Menyatakan permohonan termohon tidak bisa diterima. Putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan perselisihan telah mengikat,” kata Bambang Soebiantoro saat membacakan putusan.

Dengan demikian, kata Bambang Soebiantoro, tergugat dibebankan biaya perkara sebesar Rp303.000.

“Dengan putusan ini, kami bebankan kepada pemohon untuk membayar biaya perkara sebesar Rp303.000,” tandas Bambang Soebiantoro.

Tim hukum FAS, Herianto, usai persidangan, mengaku belum memikirkan upaya selanjutnya. “Saya belum bisa banyak berkomentar,” katanya.

Dia hanya menilai, jika persidangan di PTUN ini banyak memakan waktu. Seharusnya kata dia, ditolak lebih awal saat kliennya memasukkan gugatan ke PTUN agar tidak terjadi persidangan.

“Prosesnya terlalu lama dan memakan waktu. Seharusnya lebih awal kalau memang tidak diterima, tapi ini dia terus bersidang sampai pemeriksaan replik,” sesalnya. (*)