Kolokium Doktoral dan Rakornas AFEB PTM, Susun Konsep Ekonomi Bagi Pemimpin Bangsa

MALANG, suaraya.news — Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) dirangkai dengan Kolokium Doktoral.

Kolokium Doktoral dan Rakornas AFEB PTM berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 11-13 Desember 2018.

Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare ikut mengirimkan peserta di antaranya mewakili Dekan FEB Abd Azis, SE, M.Si, Ketua Prodi Akuntansi, Yasri Tarawiru, SE, M.Si, Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan, Ahsan Abede, SE, M.Si, Ketua Prodi Manajemen, Drs.  Parman Farid, MM, serta mengikutkan sekretaris Prodi.

Kolokium Doktoral dan Rakornas ini diikuti 54 PTM seluruh Indonesia. Ketua AFEB-PTM Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM., mengatakan, Rakernas mengangkat tema kesiapan FEB menghadapi revolusi industry 4.0 itu membahas sejumlah hal. Di antaranya merumuskan langkah-langkah PTM dalam merespons dinamika ekonomi.

“Khususnya memberikan solusi ekonomi terhadap bangsa dan menyusun konsep ekonomi bagi kepemimpinan bangsa ke depan. Terutama bagi presiden terpilih pada Pilpres 2019 mendatang,” terangnya.

Sementara Kolokium Doktoral digelar lantaran ada tujuh dosen FEB UMM yang telah menyelesaikan studi S3-nya. Kolokium menjadi agenda penting lantaran dinilai bakal mendorong elaborasi dalam penelitian.

Kolokium Doktoral menghadirkan dua panelis. Yakni Ketua OJK Malang dan Kepala Badan Perencanaan Kota Batu.

Dekan FEB UMM, Dr. Idah Zuhro, M.M mengungkapkan bahwa kolokium FEB UMM merupakan rangka diseminasi keilmuan. “Tradisi akademik ini sebagai tanggung jawab FEB UMM untuk menyebarluaskan penelitian dan gagasan, khususnya untuk doktor baru. Sehingga diharapkan FEB UMM akan semakin memberi dampak nyata dalam bidang ekonomi dan bisnis secara riil,” ungkap dekan yang telah menjabat dua periode itu.

Wakil Rektor I UMM, Prof. Syamsul Arifin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tujuh doktor baru di FEB UMM diharapkan akan semakin menguatkan basis keilmuan sehingga akan meningkatkan mutu pembelajaran di FEB.

“Dengan adanya tujuh doktor baru saya harap pembelajaran akan semakin berkualitas,” harap pria asli Madura ini. (*)