Taufan Pawe: Dua Calon Ketua KONI tak Terpisahkan, Dibutuhkan Politik Prestasi

PAREPARE, suaraya.news — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe siap mendukung siapapun ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare terpilih periode 2018-2023.

Menurut dia, siapapun ketua terpilih adalah kesepakatan bersama dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot).

“Dua figur calon ketua ini adalah pemerhati dan peduli olahraga. Apalagi dua calon ini adalah pengurus inti. Itulah hebatnya KONI kita,” tegas Taufan Pawe saat membuka Musorkot KONI Parepare di Barugae rumah jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu, 15 Desember 2018.

Hanya saja Taufan mengingatkan, agar jangan bawa KONI ke ranah politik praktis. “Haram hukumnya jika calon membawa KONI ke politik praktis, karena yang dibutuhkan adalah politik prestasi,” tekan Taufan disambut gemuruh undangan dan peserta Musorkot.

Dua calon ketua umum KONI yang bersaing di Musorkot adalah petahana Parman Farid dan Bendahara Umum H Bakhtiar Syarifuddin.

Nah, karena dua calon ini dinilai punya kompetensi, dia meminta agar Parman Farid dan Bakhtiar Syarifuddin, jangan dipisahkan. “Karena keduanya adalah pejuang olahraga khususnya pada PORDA di Pinrang,” lanjut Taufan.

Ketua KONI Parepare periode 2014-2018, Parman Farid dalam laporannya mengatakan, secara umum kinerja KONI Parepare, patut disyukuri karena sudah mencapai lima besar pada PORDA 2018, sesuai ditargetkan wali kota.

Itu dengan capaian 23 medali emas, 11 perak, dan 19 perunggu. Catatan lainnya, Parepare menjadi juara umum di cabang olahraga catur dan balap sepeda.

“Ada lima catatan saya selama kepengurusan KONI Parepare, pertama pendanaan terus meningkat dari pemerintah kota, kerja sama pengurus yang baik, diterapkan manajemen olahraga modern. Lalu keterlibatan semua Pengcab, Sekda, OPD, pimpinan, dan anggota DPRD yang senantiasa mensupport atlet. Serta yang kelima, kepedulian wali kota yang senantiasa pantau KONI dan pantau persiapan kontingen dari hari ke hari, bahkan empat hari hadir dari tujuh hari PORDA,” papar Parman.

Hal lain yang ditekankan Parman adalah perlunya mengevaluasi seluruh Pengcab olahraga, termasuk KONI selaku induk cabang olahraga. (*)