Wali Kota Kunci Parepare Harus 5 Besar Atas di PORDA 2022

PAREPARE, suaraya.news — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe mengapresiasi positif kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare periode 2014-2018.

Ini diungkap wali kota saat membuka Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Parepare di Barugae rumah jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu, 15 Desember 2018.

Secara umum wali kota membanggakan atlet peraih medali di PORDA XVI Sulsel 2018 di Pinrang, dan capaian prestasi lima besar.

“Karena itu pada PORDA berikutnya (2022, red), saya kunci harus lima besar atas, karena PORDA kemarin sudah tembus lima besar bawah,” tegas Taufan Pawe disambut aplaus undangan dan peserta Musorkot.

Taufan mengisahkan, pada 2014, saat baru menjabat wali kota, dia diadang oleh PORDA di Bantaeng.

Di masa peralihan pimpinan itu, dia harus mampu memacu prestasi olahraga. “Karena prestasi olahraga itu pemicu kemajuan daerah. Apa artinya maju kalau tidak dikenal dan dikenang,” imbuh Taufan.

Hanya lanjut Taufan, sebuah prestasi itu membutuhkan support yang besar. Dana tidak pernah cukup, jadi kata dia, itu harus ditopang manajerial yang baik.

Karena itu, dia menyemangati 33 OPD lingkup Pemkot Parepare, untuk terus mensupport olahraga khususnya olahraga prestasi.

“Nah, saya apresiasi arahan ketua KONI Provinsi Sulsel, bahwa dibutuhkan supporting system untuk memajukan olahraga prestasi,” tekan Taufan.

Di kepengurusan KONI Parepare ke depan, Taufan mengaku akan memimpin sendiri untuk penggalangan sinergitas dan partisipasi perusahaan BUMN.

“Empat tahun ke depan kita buktikan, jangan kecewakan harapan pengurus KONI provinsi. Saya yang pimpin pengurus terpilih, panggil BUMN, kita bicarakan, sejauh mana kepeduliannya terhadap daerah dan olahraga prestasi,” tegas Taufan.

Dia menekankan, kado terbaik bagi pengurus terpilih adalah terbangunnya sinergitas yang baik antara KONI dan BUMN.

Selain sinergitas, Taufan juga mengingatkan konsep kota industri tanpa cerobong asap yang jadi visi misinya pada periode 2018-2023.

“Terjemahkan di dalamnya ada pendidikan, kesehatan, dan  kepariwisataan. Nah, kepariwisataan ini termasuk olahraga. Kalau KONI minta sirkuit balap, saya anggarkan segera,” tandas Taufan Pawe. (*)