Daftar Pemilih Khusus Parepare 44 Orang, Potensi Bertambah

PAREPARE, suaraya.news — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menetapkan Daftar Pemilih Khusus (DPK) tahap pertama sebanyak 44 orang pemilih.

Hal itu terungkap dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan DPK Tahap I Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, di Kantor KPU Parepare.

Komisioner Divisi Program dan Data KPU Parepare, Mursalin Muslimin menjelaskan, 44 pemilih yang ditetapkan di DPK itu terdiri dari 8 pemilih di Kecamatan Soreang, 16 di Kecamatan Ujung, 19 di Kecamatan Bacukiki Barat, dan 1 pemilih di Bacukiki.

“Hasil penelisikan faktual yang dilakukan teman-teman KPU menemukan 44 pemilih yang kami masukkan dalam kategori DPK yang tersebar di 12 kelurahan dan 26 TPS. Sementara untuk DPTb masih posisi zero,” terang Mursalim.

Dia menyebut, 44 pemilih yang tersebar di 26 TPS di empat Kecamatan tersebut, yakni 5 TPS di Kecamatan Soreang, 7 Ujung, 13 Bacukiki Barat, dan 1 Bacukiki.

Pemilih yang ditetapkan dalam DPK ini kata dia, merupakan pemilih yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2).

“Jumlah DPK ini masih potensial bertambah. Banyak yang menanyakan bagaimana dengan pemilih yang baru melakukan perekaman KTP elektronik hari ini. Kita akan sandingkan datanya, jika benar belum terdaftar di DPT atau DPTHP-2, maka pemilih ini potensial dimasukkan ke dalam DPK. Sementara DPTHb menghimpun pemilih pindah domisili yang sudah terdaftar dalam DPT atau DPTHP-2,” ungkapnya.

Ketua KPU Parepare, Hasruddin Husain mengatakan, pemilih pindah domisili masih memiliki akses untuk terdaftar dalam DPTB hingga 30 hari jelang masa pencoblosan.

“Ada dua cara yang akan kita lakukan, yaitu dengan melakukan penelisikan DPT, ataukah pemilih sendiri yang datang mengambil A5. Bagi warga binaan Lapas kami kategorikan dalam DPTb karena dinyatakan pindah domisili sesuai daerah yang tertera pada identitasnya,” jelas Hasruddin. (*)