HAB ke-73 Kemenag di Pasangkayu Tekankan Cegah Pernikahan Dini

PASANGKAYU, suaraya.news — Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, 3 Januari 2019.

Bupati yang membacakan naskah sambutan Menteri Agama mengemukakan Kementerian Agama memohon perhatian semua elemen umat beragama, para ulama dan tokoh agama, serta jajaran Kementerian Agama terhadap urgensi ketahanan keluarga sebagai basis ketahanan bangsa.

Dipaparkan, pembinaan ketahanan keluarga haruslah dilakukan terus menerus tiada henti. Ketahanan keluarga belakangan ini menghadapi ancaman guncangan dan kerapuhan, seperti terlihat dari tingginya angka perceraian, perkawinan usia dini, dan kekerasan dalam rumah tangga.

“Untuk itu, saya minta agar program bimbingan perkawinan dan konseling keluarga dijalankan secara lebih masif bekerjasama dengan organisasi mitra Kementerian Agama dan ormas keagamaan lainnya,” pesan Kemenag dalam sambutan dibacakan Bupati Agus Ambo Djiwa.

Menanggapi perkawinan dini, Agus menekankan, Kementerian Agama  mengharapkan bangsa Indonesia harus menyadari perkawinanan dini itu harus dicegah karena bisa memengaruhi kehidupan keluarga.

“Kita harus banyak bersosialisasi, mengajak masyarakat, orang tua agar mencegah perkawinan usia dini,” lanjut Agus.

Agus berharap Kementerian Agama hadir di tengah masyarakat untuk sosialisasi dan memberikan pemahaman-pemahaman menjaga kerujunan keluarga agar tidak terjadi lagi perceraian dini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Pasangkayu, Mustafa T mengatakan,  penyuluh di desa memberikan pencerahan kepada masyarakat yang ada di desa bahwa angka perceraian dapat ditekan.

“Dengan adanya penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh di desa semoga masyarakat dapat hidup rukun bersama keluarganya tidak ada yang saling menalak baik laki-laki maupun perempuan dan semoga tidak ada lagi yang menikah di bawah umur,” harapnya. (*)