Pemilih Paling Sedikit Selayar dan Parepare, 166 Ribu Pemula, Disabilitas 20.513

MAKASSAR, suaraya.news — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan merilis dan mengumumkan kembali jumlah pemilih disabilitas pada pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 di Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat, 4 Januari 2019.

Sebelumnya, KPU Sulsel telah menetapkan jumlah pemilih disabilitas di Sulsel 20.288 orang.

Dengan rincian, tuna daksa 5.087 orang, tuna netra 4.409 orang, tuna rungu/wicara 4.420 orang, tuna grahita 2.477 orang dan disabilities lainnya sebanyak 3.895 pemilih.

Revisi disampaikan oleh Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data, Informasi, dan Antarlembaga KPU Sulsel, Uslimin.

Dalam pesan Whatsapp di Group KPU Sulsel, Usle sapaannya menyatakan bahwa ada revisi pada grafis pemilih disabilitas di Sulawesi Selatan.

Usle menjelaskan bahwa jumlah pemilih tuna daksa di Sulsel sebanyak 3.951 orang atau 19 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) disabilitas, yakni 20.513 orang.

Sementara jumlah pemilih tuna netra, lanjut Usle itu sebanyak 4.470 atau 22 persen, kemudian tuna rungu dan wicara sebanyak 4.455 orang.

Selanjutnya tuna grahita 2.474 orang atau 12 persen. Pemilih disabilitas lainnya pada pileg dan pilpres di Sulsel 5.163 orang atau 25 persen.

“Jumlah pemilih disabilitas sebanyak 20.513 orang atau 0,33 persen dari jumlah DPT Sulsel secara keseluruhan,” terang Usle.

Usle menjelaskan bahwa jumlah DPT pada pemilu nanti di Sulsel sebanyak 6.159.375 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 166.791 orang merupakan pemilih pemula.

Dengan rincian 84.877 pemilih laki-laki atau 51 persen dari total pemilih pemula dan 81.941 perempuan atau 49 persen.

Sementara pemilih terbanyak adalah di Kota Makassar, 967.590 orang. Pemilih paling sedikit di Kabupaten Kepulauan Selayar, 91.610, dan Parepare, 99.111. (*)