Majukan Ekonomi, Akademisi Unhas Dorong Parepare Jadi Penyangga Setelah Makassar

PAREPARE, suaraya.news — Akademisi asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Dr Agussalim menilai, ada dua sektor yang bisa mendorong kemajuan ekonomi Parepare, yakni jasa dan niaga.

Orientasi ekonomi pada sektor jasa dan niaga, menurut Agussalim, adalah ciri perkotaan seperti Parepare.

Terutama menampung limpahan kejenuhan aktivitas ekonomi dari Makassar. “Kita butuh penyanggah setelah Makassar, nah Parepare cocok berperan di situ,” ungkap Agussalim yang menjadi narasumber dalam Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Parepare 2018-2023 di Hotel Bukit Kenari, Rabu, 9 Januari 2019.

Agussalim yang juga tenaga ahli pendamping RPJMD Parepare, menekankan, selain jasa dan niaga, Parepare cocoknya menjadi pusat distribusi komoditas.

“Nah, mainkan posisi strategis Parepare sebagai pusat distribusi itu,” lanjut dosen Fakultas Ekonomi Unhas ini.

Agussalim menguraikan, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah yang ingin membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terkoneksi di Sulsel, menguntungkan Parepare.

Nah, Parepare dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi itu terutama untuk merekrut tenaga kerja dan membuka lapangan kerja baru.

Dia pun menyinggung soal Rumah Sakit (RS) Hasri Ainun Habibie di Parepare, yang nantinya akan dijadikan RS regional oleh Pemprov Sulsel.

“Pak gubernur akan tempatkan rumah sakit regional selain di Makassar. Ada lima rumah sakit regional nanti di Sulsel, termasuk di Parepare. Ini akan sangat menguntungkan bagi Parepare,” papar Agussalim.

Selain RS Hasri Ainun Habibie, menurut Agussalim, Institut Teknologi Habibie (ITH) juga perlu diperjuangkan. Efek hadirnya ITH kata dia, bisa signifikan dari sisi ekonomi sangat positif bagi Parepare.

Soal sektor pariwisata, Agussalim menekankan, Parepare perlu pikirkan obyek pariwisata potensial. “Perlu memilih destinasi spesifik yang beda dengan daerah lain,” imbuh Agussalim

Soal industri hiburan di Parepare, menurut Agussalim, skala pasar terlalu kecil, karena Parepare wilayah kedua tersempit di Sulsel setelah Bantaeng.

“Intinya sektor perdagangan yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Parepare, sebesar 40 persen. Tapi kalau mau kaya di Parepare, kuncinya bergerak di sektor jasa dan keuangan,” tandas Agussalim. (*)