Wali Kota Ingatkan RPJMD Saripati Visi Misi Wujudkan Kota Industri Tanpa Cerobong Asap

RPJMD Parepare Ditarget Februari Disahkan

PAREPARE, suaraya.news — Visi misi Wali Kota-Wakil Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe-H Pangerang Rahim, yakni mewujudkan kota industri tanpa cerobong asap, dinilai seksi.

Pengakuan itu diungkap oleh beberapa pengamat ekonomi, praktisi, serta akademisi. Bahkan seorang ekonom ternama Sulsel Dr Marzuki DEA tertarik dan tertantang membedah visi misi itu.

Hal ini diungkap Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe saat membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare 2018-2023 di Hotel Bukit Kenari, Rabu, 9 Januari 2019.

Taufan Pawe menekankan, RPJMD ini penting karena merupakan saripati dari visi misinya bersama Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim pada periode 2018-2023.

“Visi misi saya adalah mewujudkan kota industri tanpa cerobong asap yang berwawasan hak dasar dan pelayanan dasar menuju kota maju, mandiri, dan berkarakter,” tegas wali kota dua periode ini.

Tiga pilar prioritas mewujudkan visi misi itu adalah pendidikan, kesehatan, dan kepariwisataan.

Taufan mengisahkan visi misi ini berawal saat dia mengikuti pendidikan di Institut Bank Indonesia, bersama 25 kepala daerah lainnya.

Saat itu disepakati, pembangunan ekonomi berkesinambungan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) mengelola sumber daya alam (SDA), namun teori itu dibantah Taufan Pawe dengan teori telapak kakinya.

“Para kepala daerah itu punya sumber daya alam melimpah, sedangkan Parepare tidak. Makanya saya gagas teori telapak kaki, yakni menghadirkan sumber-sumber ekonomi baru untuk mendatangkan banyak orang di Parepare,” papar Taufan.

Berawal dari situlah, Taufan Pawe (TP) meniatkan jika terpilih kembali menjadi wali kota kedua kalinya akan mewujudkan kota industri tanpa cerobong asap.

“Kota industri tanpa cerobong asap ini sebenarnya sejalan dengan revolusi industri 4.0 yang poin pentingnya adalah peningkatan kapasitas menuju negara industri maju,” beber wali kota berlatar belakang profesional hukum ini.

Taufan pun antusias karena di forum Musrenbang RPJMD, hadir lengkap masyarakat dari berbagai elemen.

“Mari kita wujudkan RPJMD jadi lembaran mimpi yang indah bagi kita semua. Karena pemerintahan tidak bisa dibangun dengan retorika belaka tapi butuh konsep dan komitmen yang baik dan jelas,” imbuh Taufan.

Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Parepare, Zulkarnaen dalam laporannya memaparkan, Musrenbang RPJMD ini diikuti oleh unsur DPRD, kepala SKPD didampingi aparat perencana setiap SKPD, UPTD dan Puskesmas, unsur instansi vertikal, unsur akademisi, unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan tim penyusun RPJMD Bappeda Parepare.

“Musrenbang ini diharapkan menjadi forum dialog yang efektif dalam membangun kebersamaan untuk merumuskan RPJMD Kota Parepare periode 2018-2023,” harap Zulkarnaen.

Zulkarnaen juga mengungkapkan, pembahasan RPJMD Parepare tergolong cepat, karena setelah Musrenbang, sisa dua tahapan lagi yakni pembahasan rancangan akhir dan pengesahan menjadi Perda RPJMD.

Jika tahapan berjalan efektif, maka Perda RPJMD sudah bisa disahkan pada Februari 2019. “Normalnya pengesahan RPJMD itu adalah enam bulan setelah kepala daerah dilantik, tapi Parepare hanya empat bulan atau dua bulan lebih cepat dari seharusnya,” tandas Zulkarnaen. (*)