Puncak HUT Parepare 18 Februari, Ditandai MoU dengan Perusahaan Jepang

PAREPARE, suaraya.news — Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-59 Parepare, dipastikan 18 Februari 2019. Itu bergeser sehari dari jadwal semula 17 Februari 2019, yang bertepatan dengan hari jadi Parepare.

Namun itu tidak mengurangi makna HUT Parepare, bahkan lebih prestise dengan banyaknya momentum bersejarah di peringatan HUT Parepare. Hal ini diungkap Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, Senin, 11 Februari 2019.

“Jadi bergeser sehari ke tanggal 18 Februari pagi, karena saat bersamaan pak gubernur menghadiri acara pernikahan putri Mendagri di Semarang,” ungkap Taufan.

“Acara pernikahan sebenarnya tanggal 16 Februari, hanya saja pesawat tidak ada yang langsung dari Semarang ke Makassar. Jadi pak gub bisanya ke Parepare nanti tanggal 17 sore. Nah, kalau sore mepet, nanti tidak maksimal acaranya, makanya saya minta digeser ke tanggal 18 pagi,” lanjut Taufan.

Itupun kata Taufan, pada 18 Februari 2019, saat bersamaan adalah peringatan HUT Sidrap, namun Parepare sudah mendapat prioritas pagi, dan Sidrap sore.

Momentum bersejarah di HUT kali ini ungkap Taufan, salah satunya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemkot Parepare dengan perusahaan Jepang, Keikokei Medical Foundation terkait dukungan dan bantuan untuk RS Hasri Ainun Habibie.

“Rencananya, bos besar Keikokei Medical Foundation yang akan datang langsung untuk menandatangani MoU,” beber Taufan.

Dukungan dan bantuan dari Jepang ini kata Taufan, menindaklanjuti bantuan Pemprov Sulsel yang sudah menjadikan RS Hasri Ainun Habibie sebagai rumah sakit regional.

“Jadi pak gub ingin membangun enam rumah sakit regional di luar Makassar, dan awalnya Parepare tidak direkeng (dihitung, red). Namun saya meyakinkan bahwa Parepare siap, kami sudah memiliki infrastruktur pendukung dan 42 dokter spesialis yang lebih dari cukup untuk RS regional,” terang Taufan.

“Persoalan trus atau kepercayaan, akhirnya pak gubernur memberikan bantuan RS regional untuk Parepare. Dari pak gub RS regional, kami tindaklanjuti dengan menjadikan RS internasional berkat bantuan dari Jepang ini,” tandas Taufan. (*)