Survei CRC Unggulkan Jokowi-Ma’ruf, Elektabilitas Meningkat di Kalimantan dan Papua

JAKARTA, suaraya.news — Lembaga Survei Celebes Research Center atau CRC mencatat elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, hingga Januari 2019, masih mengungguli pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun begitu, tren elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi cenderung meningkat ketimbang Jokowi-Ma’ruf.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Celebes Research Center (CRC), Herman Heizer mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan dari September 2018 hingga Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 56,1 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 31,7 persen.

Meski demikian, Herman mengungkapkan, elektabilitas pasangan calon Jokowi-Ma’ruf cenderung menurun 0,1 persen sepanjang periode itu, yakni dari 56,2 persen di September 2018 menjadi 56,1 persen di Januari 2019. Sebaliknya, pasangan calon Prabowo-Sandi naik sebesar 0,4 persen, yakni dari 31,3 persen menjadi 31,7 persen.

“Tren elektabilitasnya Prabowo naik 0,4 persen. Jadi dari survei itu sebenarnya dari Oktober ke Januari tidak ada pergeseran signifkan. Kampanye pasangan calon tidak mengubah peta elektabilitas,” katanya saat merilis survei elektabilitas Capres di Kawasan Cikini, Jakarta, Minggu, 10 Februari 2019.

Berdasarkan survei itu, terungkap tren elektabilitas Jokowi-Ma’ruf meningkat signifikan di dua pulau yakni Kalimantan dan Papua. Sementara Prabowo-Sandi meningkat di Sumatera, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.

“Jokowi-Ma’ruf melemah ke 37,6 persen di Sumatera dan Prabowo-Sandi menguat ke 44,8 persen. Di Jawa keduanya cenderung stabil, tidak berubah signifikan di batas ambang margin error,” paparnya.

Sementara berdasarkan klasifikasi wilayah, Herman mengungkapkan, pasangan calon Jokowi-Ma’ruf didominasi oleh pemilih pedesaan, yakni 65,6 persen sedangkan di perkotaan hanya mencapai 44,9 persen. Untuk Prabowo-Sandi cenderung didominasi pemilih perkotaan, yakni sebesar 39,6 persen sedangkan di pedesaan 24,2 persen.

Adapun berdasarkan agama pemilih, dia mengatakan, untuk pasangan calon Jokowi-Ma’ruf cenderung didominasi oleh masyarakat beragama non-muslim yang mencapai 87,1 persen, sedangkan beragama muslim sebesar 51,9 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi sebaliknya, yakni masyarakat muslim mendominasi sebesar 35,3 persen sedangkan yang non muslim 5,6 persen.

Adapun lingkup penelitian adalah seluruh rakyat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih yang sudah berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan plus minus 2,83 persen pada selang kepercayaan  95.0 persen. Sampel berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional

Pengumpulan data dilakukan dengan melode wawancara tatap muka Iangsung atau face to face menggunakan kuisioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Waktu wawancara lapangan 23-31 Januari 2019

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih atau spot check.

Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo, Anggawira dari kubu Prabowo-Sandi, Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Jokowi Bahlil Lahadalia, Rektor Universitas Al Azhar Asep Saifuddin, dan pengamat politik dari UIN Adi Prayitno hadir dalam rilis survei itu. (*)