Parepare yang Pertama Jawab Program Prioritas Andalan Gubernur

PAREPARE, suaraya.news — Kota Parepare akan menjadi daerah pertama di Sulsel yang menjawab program prioritas andalan Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah.

Program prioritas itu adalah pembangunan rumah sakit (RS) regional. Pemprov Sulsel di tangan Nurdin Abdullah memprogramkan membangun enam RS regional di luar Makassar.

Parepare yang pertama paling siap menghadirkan RS regional lewat keberadaan RS Hasri Ainun Habibie.

Parepare sudah memiliki landasan infrastruktur di Kawasan Tonrangeng River Side, dan tenaga medis atau dokter ahli yang lebih dari cukup.

Parepare memiliki 43 dokter ahli. Sementara daerah lain bisa saja memiliki sarana dan prasarana, namun belum tentu memiliki dokter ahli yang cukup.

Hal ini diungkap Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, Sabtu, 16 Februari 2019.

“Melihat kesiapan Parepare, gubernur dengan political will-nya langsung memberikan bantuan daerah senilai Rp75 miliar untuk pembangunan RS Hasri Ainun Habibie. Bahkan pak gub sempat tanya, kenapa sedikit, saya jawab itu sesuai dengan estimasi rancangan pembangunannya, kami tidak berpikir lebih dari itu,” ungkap Taufan Pawe.

Bantuan Pemprov Sulsel itu yang membuat RS Hasri Ainun Habibie dipastikan dibangun tahun ini.

“Parepare lah kota pertama yang jawab program prioritas andalan gubernur terkait rumah sakit regional. Karena daerah lain belum tentu bisa dalam tiga tahun,” tegas Taufan Pawe.

Menurut Taufan, ada trust (kepercayaan) besar Nurdin Abdullah kepada dirinya sehingga memberikan bantuan itu.

Kebijakan gubernur itu bak gayung bersambut. Karena ada perusahaan besar di Jepang yang mengelola lebih 30 RS di negara itu, yakni KaikouKai Medical Foundation yang siap membantu Parepare.

“Saya diundang oleh KaikouKai Medical Foundation ke Nagoya Jepang, untuk menghadiri ulang tahunnya. Di situ saya lobi untuk hadir di HUT kami, sekaligus lahirkan MoU dalam hal ikut serta dalam memajukan dan membesarkan RS Hasri Ainun Habibie,” beber Taufan.

Tawaran Taufan ternyata direspons oleh KaikouKai Medical Foundation. Bahkan pimpinan tertinggi KaikouKai yang siap hadir langsung pada puncak peringatan HUT ke-59 Parepare, Senin, 18 Februari 2019.

Saat peringatan HUT di Lapangan Andi Makkasau itu, KaikouKai dan Pemkot Parepare akan menandatangani MoU terkait support dan bantuan untuk RS Hasri Ainun Habibie.

“Jadi kerja sama ini untuk peningkatan SDM tenaga medis dan paramedis, namun tidak tertutup kemungkinan dokter Jepang dan Parepare share terkait perkembangan ilmu kedokteran,” terang Taufan.

Selain peningkatan SDM medis, lanjut Taufan, tidak tertutup kemungkinan ada bantuan alat kesehatan yang diperlukan dari KaikouKai Medical Foundation kepada Parepare.

Sejak 2016

Pembangunan RS Hasri Ainun Habibie sebenarnya adalah program di bidang kesehatan yang sempat mandek sejak 2016, karena kondisi fiskal negara.

Namun Wali Kota Parepare, Taufan Pawe yang terpilih kembali pada periode kedua tahun 2018, mengusung visi misi Kota Industri Tanpa Cerobong Asap dengan tiga pilar penyanggah yakni pendidikan, kesehatan, dan kepariwisataan, terus mengupayakan bantuan bagi RS itu.

“Saya bertemu pak gubernur, lalu saya sinergikan sesuai keinginan gubernur yakni program menghadirkan RS regional di luar Makassar, bahkan sampai enam, dan ternyata Parepare paling siap. Butuh tenaga medis dan pelayanan kesehatan, Parepare siap untuk itu,” beber Taufan.

Taufan mengungkapkan, sejak 2016 dia sudah punya pencanangan terkait RS Hasri Ainun Habibie dengan konsep ideal dikaitkan letak geografis Parepare.

“Parepare ini rujukan 14 daerah di Sulsel. Lihat kemajuan RSU Andi Makkasau, tidak tertinggal dari segi peralatan medis modern. Ada alat pasang cincin jantung senilai Rp15 miliar, dan peralatan modern lainnya,” papar Taufan.

Masalahnya, lanjut Taufan, pembangunan RS Hasri Ainun Habibie terhambat persoalan pendanaan dari pusat.

“Prof Andalan, Gubernur Sulsel pun datang memberikan bantuan untuk kota kelahirannya. Jadilah pembangunan RS Hasri Ainun Habibie dilanjutkan,” tandas Taufan. (*)