Kasus Bansos dari Pusat

suaraya.news — Amran Ambar terjerat kasus tindak pidana korupsi terkait Bansos pusat yakni dari Kementerian Koperasi dan UKM. Bukan Disperindagkop Parepare yang selama ini berkembang.

Bansos pusat ini merupakan dana APBN, Pengguna Anggaran (PA) ada pada Kementerian, PPK juga di Kementerian.

Dana langsung ditransfer ke rekening Gerakan Koperasi tanpa sepengetahuan Disperidagkop Parepare yang saat itu dikepalai Amran.

Karena itu, Amran kemudian divonis bebas di Pengadilan Tipikor Makassar. Namun putusan MA yang berkata lain membuatnya harus menjalani hukuman.

Amran mengemukakan, ini adalah sebuah pengorbanan jihad melawan kezaliman.

“Makanya kami harus terima ini dengan ikhlas. Bukankah Nabi Yunus yang terzalimi sehingga semua yang dimiliki meninggalkannya, namun dia tetap tegar dengan satu kalimat AHAD. AHAD AHAD,” ungkap Amran.

Demikian juga menurut Amran, kehidupannya sejak kecil berkecimpung di homebased di mana orang tuanya setiap saat meninggalkannya mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk NKRI.

“Mengapa hanya pindah tempat tidur kita harus ngeri, padahal saya sudah tertempa. Tinggal aplikasi,” tandas Amran. (*)

BACA JUGA : Amran Ambar Tuntaskan Pekerjaan Kantor