Tahun Integritas, Wali Kota: Tak Ada yang Diistimewakan, Melanggar, Ditindak!

PAREPARE, suaraya.news — Penerapan tahun integritas oleh Pemkot Parepare, tidak pandang bulu.

Tidak ada yang diistimewakan dalam penegakan aturan. Keluarga, kerabat, sahabat, dan orang dekat, jika melanggar harus ditindak.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe di hadapan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), guru, dan kepala sekolah SD dan SMP se-Parepare dalam rapat kerja Disdikbud Parepare tahun 2019, Selasa, 12 Maret 2019.

“Saya sudah perintahkan untuk proses saudara saya jika memang ditemukan melakukan pelanggaran. Jadi bagi saya tidak ada pilih kasih siapa pun yang bersalah wajib diproses,” tegas wali kota berlatar belakang profesional hukum ini.

Kepada para guru dan kepala sekolah, Taufan Pawe menekankan, pentingnya menjaga integritas. Integritas itu harus tertular kepada anak didik di sekolah.

“Kita yang harus menjadi motor penggerak hadirnya tahun integritas yang kita terapkan pada tahun 2019 ini. Itu mesti menjadi motivasi semua pihak termasuk di dalamnya para guru dan kepala sekolah,” ingat Taufan.

Dia meminta agar guru menjadi panutan, tidak hanya dalam lingkungan sekolah tapi juga di luar lingkungan sekolah.

“Guru ini bebannya memang sangat berat karena bukan hanya di dalam sekolah namun juga di luar sekolah harus menjadi panutan para siswanya. Karena itu integritas ini kita mulai dari dunia pendidikan dulu,” imbuh Taufan.

Taufan mengaku sudah memerintahkan Inspektorat untuk menindak ASN melanggar, siapapun dia. Bahkan bagi ASN yang tidak disiplin, Taufan sudah meminta Satpol PP untuk menahan dan memprosesnya.

“Bahkan Rasulullah saja pernah menyampaikan kepada sahabatnya agar menghukum potong tangan jika istrinya terbukti mencuri atau melakukan pelanggaran yang dilarang dalam agama. Karena itu saya tegaskan, tidak ada yang diistimewakan dalam penegakan aturan,” tandas wali kota dua periode ini. (*)