Dinkes Parepare Ingatkan Risiko Penyakit Tidak Menular, Minta Warga Deteksi Dini

PAREPARE, suaraya.news — Dinas Kesehatan Kota Parepare menggencarkan skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular.

Kali ini memanfaatkan momen Car Free Day di alun-alun kota Lapangan Andi Makkasau, Parepare, Minggu, 14 April 2019, petugas Dinkes Parepare melakukan skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parepare, Sriyanti Ambar mengatakan, ada sekitar 50 orang yang diperiksa terdiri 26 laki-laki dan 24 perempuan.

“Dari jumlah yang diskrining ada 13 orang dirujuk ke Fasyankes dan selebihnya ada yang tekanan darah tinggi, GDS ataupun pengukuran kolesterol tinggi,” ungkap Sriyanti.

Sriyanti mengemukakan, dari semua yang diskrining merasa bahwa dirinya sehat-sehat saja, nanti setelah diskrining baru mengetahui kalau ternyata sakit.

Kondisi seperti ini, menurut dia, memang banyak ditemukan sehingga terkadang nanti ada gejala yang dirasakan baru memeriksakan diri.

Penyakit tidak menular dikatakan sebagai silent killer karena rata-rata orang tidak mengetahui jika dirinya sakit, nanti setelah periksa baru diketahui penyakitnya.

Seperti mengalami hipertensi, DM, dan lainnya. “Oleh karena itu diimbau kepada masyarakat di Kota Parepare,  untuk menurunkan prevalensi jumlah penyakit tidak menular agar melakukan deteksi dini (skrining) lebih awal meskipun tanpa gejala. Itu bertujuan untuk mencegah PTM sehingga dapat dilakukan intervensi lanjutan saat  terdeteksi,” pinta Sriyanti.

Skrining dapat dilakukan diantaranya di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) PTM yang ada di setiap kelurahan di Parepare.

Jadwal pelaksanaannya rutin dilakukan dan dijadwalkan oleh wilayah kerja Puskesmas setempat.

“Jangan nanti ada gejala baru mau berobat. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ayoo cegah PTM dengan datang ke Posbindu,” ingat Sriyanti. (*)