Golkar Kokoh, Demokrat Tawarkan Komitmen, Nasdem-Gerindra Belum Bersikap Soal Koalisi

PAREPARE, suaraya.news — Partai Golkar kokoh sebagai peraih suara terbanyak hasil Pemilu Legislatif 2019 di Parepare.

Hasil keputusan resmi KPU Parepare, Golkar meraih total suara 18.256 dari tiga Dapil di Parepare.

Hasil itu sekaligus mengantar Golkar memperoleh lima kursi legislatif dan mempertahankan kursi Ketua DPRD Parepare.

Lebih awal Golkar pun mengajak semua partai politik peraih kursi DPRD Parepare untuk bersinergi membangun Parepare, dengan membentuk koalisi.

“Golkar ingin menggagas Koalisi Peduli yang berperspektif membangun untuk Parepare lebih baik,” ungkap Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Parepare Muh Yusuf MR.

Karena itu, Golkar, kata Yusuf, siap membangun komunikasi politik untuk merancang dan menghasilkan pembangunan yang berorientasi pada masyarakat.

“Kita berharap, wajah DPRD ke depan akan menjawab tuntutan dan kebutuhan pembangunan yakni menekan angka kemiskinan, mendorong laju pertumbuhan, dan melaksanakan program-program pembangunan yang pro rakyat,” harap Yusuf.

Partai Nasdem, peraih suara terbanyak kedua di Parepare, belum bersikap lebih jauh terkait potensi koalisi.

Nasdem mencatat total suara 14.795 dari tiga Dapil di Parepare. Meraih empat kursi legislatif dan mengunci kursi Wakil Ketua I DPRD.

Komposisi ini membuat Nasdem berpeluang membentuk satu fraksi utuh di DPRD Parepare.

“Saya belum dapat infonya terkait itu (koalisi, red). Fokus kami hasil final Pileg dulu,” ujar kader Nasdem H Tasming Hamid (TSM).

TSM peraih suara terbanyak dari seluruh caleg di Parepare (2.671 suara) mengungkapkan, koalisi itu tergantung partai. “Kami sebagai kader tertib dengan keputusan partai,” lanjut TSM.

Nasdem di Pilkada Parepare 2018, berseberangan dengan Golkar. Golkar mengusung kader sendiri Dr HM Taufan Pawe-H Pangerang Rahim, dan Nasdem berkoalisi PKS mengusung HA Faisal A Sapada-Asriady Samad.

Berbeda dengan Nasdem, Partai Demokrat, peraih suara terbanyak ketiga di Parepare, cukup membuka peluang ke arah koalisi itu.

“Bersinergi dan berkomitmen,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Parepare Rahmat Sjamsu Alam.

Demokrat yang meraih total 9.705 suara dari tiga Dapil di Parepare, mengamankan tiga kursi, dan meraih Wakil Ketua II DPRD.

Demokrat pun berpeluang membentuk satu fraksi utuh di DPRD Parepare. Koalisi dengan Golkar memungkinkan, karena saat Pilkada 2018, Golkar dan Demokrat berkoalisi mengusung Taufan-Pangerang.

“Kuda hitam” Partai Gerindra juga berpotensi membentuk satu fraksi utuh di DPRD Parepare. Namun ajakan koalisi Golkar, cukup memungkinkan, karena Gerindra di Pilkada 2018, juga berada pada jajaran pendukung Taufan-Pangerang.

Gerindra pada Pemilu kali ini, cukup menonjol karena mampu meroket pada posisi keempat peraih suara terbanyak di Parepare.

Total 9.674 suara Gerindra dari tiga Dapil di Parepare, dan merebut tiga kursi DPRD.

“Kami fokus di internal partai dulu, kami belum bicarakan soal koalisi,” kata kader Gerindra Andi Amir Mahmud.

Selain Golkar, Nasdem, Demokrat, dan Gerindra, partai lainnya peraih kursi DPRD Parepare, tidak bisa membentuk satu fraksi utuh alias harus berkoalisi.

Partai-Partai itu adalah PDIP (2 kursi), PAN (2 kursi), PPP (2 kursi), PKB (1 kursi), Hanura (1 kursi), Perindo (1 kursi), dan PBB (1 kursi).

PDIP dan PAN adalah rekan koalisi Golkar, Demokrat, Gerindra di Pilkada Parepare 2018.

Sementara PPP, PKB, dan PBB berkoalisi Nasdem-PKS di Pilkada 2018. Hanura dan Perindo tidak berperan di Pilkada 2018. (*)

BACA JUGA: Komposisi Anggota DPRD Parepare Periode 2019-2024