Prihatin Petugas KPPS, Wakil Ketua DPRD Parepare Minta Tahapan Perhitungan Suara Dievaluasi

PAREPARE, suaraya.news — Wakil Ketua DPRD Parepare Rahmat Sjamsu Alam angkat bicara menyusul banyaknya petugas KPPS yang menjadi korban tahapan Pemilu kali ini.

Menurut Rahmat, banyak petugas Pemilu yang meninggal dan sakit  disebabkan karena kelelahan.

Dia menilai, salah satu penyebabnya adalah karena sistem atau tahapan Pemilu yang berubah dari Pemilu sebelumnya.

“Kalau sebelumnya perhitungan suara bertingkat dari TPS dilanjutkan di kelurahan, lalu di kecamatan, dan seterusnya, tapi sekarang dari TPS langsung loncat ke kecamatan atau tanpa melalui lagi kelurahan,” ungkap Rahmat yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Parepare, Minggu, 5 Mei 2019.

Rahmat menekankan, apakah loncatan ini dikarenakan ingin melalukan penghematan anggaran atau yang lainnya?

“Tapi mereka lupa bahwa dengan tahapan ini sangat menyita banyak waktu dan menguras tenaga. Karena harus kerja sampai larut malam yang dapat menyebabkan kelelahan dan ngantuk. Sehingga sangat berisiko bagi para pelaksana Pemilu saat pulang,” imbuh Rahmat.

Rahmat pun membeberkan analisa waktu sebagai berikut. Jika sebelumnya setelah dihitung di TPS lanjut dihitung di kelurahan dengan limit waktu paling lama 2 hari tanpa begadang.

Lalu di kecamatan hanya 1 hari saja karena sisa merekap hasil kelurahan. “Tapi sekarang dari TPS langsung di kecamatan, itu rata-rata memakan waktu kurang lebih 7 hari ditambah kerja sampai larut malam. Di samping itu kecamatan juga belum benar-benar siap dengan tahapan ini, karena keterbatasan fasilitas yang ada,” beber Rahmat.

Nah, lanjut Rahmat, karena bekerja kurang lebih 7 hari sampai larut malam di luar batas normal kemampuan manusia apalagi tanpa didukung vitamin maka pasti akan menimbulkan kelelahan dan ngantuk yang mengakibatkan banyak petugas Pemilu meninggal dan sakit.

“Maaf ini hanya pendapat saya karena sejak perhitungan di TPS sampai tingkat kota (Parepare, red), saya juga terlibat langsung di lapangan. Ini adalah bentuk keprihatinan kami. Semoga tidak salah karena saat menulis ini, lelah dan ngantuk masih terasa. Harapan kami ke depan ada solusi terbaik,” harap politisi yang kerap disapa Ato ini. (*)