Taufan-Pangerang Tak Ingin Bangun Parepare dari Uang Pinjaman

PAREPARE, suaraya.news — Pemerintahan Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe dan Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim bertekad tak ingin membangun Parepare dari uang hasil pinjaman.

Uang pinjaman dinilai hanya membebani daerah. Padahal pemerintah bisa membangun daerah dengan upayanya sendiri.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Taufan Pawe usai rapat paripurna jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018 di DPRD Parepare, Rabu, 12 Juni 2019.

“Kata kuncinya pemerintahan Taufan-Pangerang tak ingin membangun dengan uang pinjaman,” tegas wali kota bergelar doktor hukum ini.

Penegasan Taufan Pawe ini terkait Pasar Semimodern Lakessi yang dibangun dengan uang pinjaman Bank Dunia senilai Rp42 miliar pada 2006.

Imbasnya, Pemkot Parepare terbebani harus membayar utang dengan bunga pinjaman Rp3 miliar setahun.

“Bahkan sampai saat ini kami masih berkewajiban membayar utang senilai Rp3 miliar tiap tahun ke Bank Dunia. Di sisi lain Pasar Lakessi belum memberi pemasukan,” ungkap Taufan Pawe.

Karena itu, dia merancang optimalisasi Pasar Lakessi agar lebih hidup dan dapat memberi kontribusi bagi daerah.

“Kita sudah punya konsep tersendiri bagaimana mengoptimalisasi fungsi Pasar Lakessi ini. Jangan ada lagi pasar di luar pasar. Tidak ada lagi perilaku premanisme,” imbuh Taufan.

“Saya ingin Pasar Lakessi ini tersentral. Saya sudah bicarakan dengan pihak kedua dan mereka memberikan persetujuan soal perluasan,” lanjut wali kota dua periode ini.

Pemkot Parepare sudah menyiapkan anggaran senilai Rp9 miliar untuk mengoptimalkan Pasar Lakessi. Memadukan antara konsep semimodern dan pasar rakyat jadi lebih berestetika.

Anggaran pengoptimalan Pasar Lakessi bersumber dari dana pembantuan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Indonesia senilai Rp6,3 miliar ditambah DID Rp3 miliar. Totalnya senilai Rp9 miliar. (*)