Banjir Sidrap Parah, Warga Tunggu Bantuan Pemkab

SIDRAP, suaraya.news — Musibah banjir di Kabupaten Sidrap disebutkan yang terparah tahun ini.

Banjir di beberapa kecamatan itu, merendam ratusan rumah warga dan merusak puluhan hektare sawah.
Belum diketahui pasti berapa nilai kerugian materi dampak bencana itu.

Sepekan banjir masih terus terjadi, khususnya wilayah Wette’e dan Wala Terdong. Namun, bantuan pemerintah yang diharapkan warga pun belum juga turun.

“Bantuan dari pemerintah daerah, belum ada sampai sekarang,” ungkap Asri Jaya, warga Wala Tedong, Sabtu, 15 Juni 2019.

Padahal, kata dia, warga yang menjadi korban dampak banjir berharap besar adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat.

“Tahun tahun sebelumnya ada bantuan per kelompok tani bagi yang terkena banjir sawahnya,” lanjutnya.

Menyikapi aduan warga itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sidrap, Andi Kandacong membantah jika pihak pemerintah daerah dikatakan tidak perhatian apalagi tidak memberi bantuan.

“Pak Bupati malah turun langsung meninjau lokasi banjir dan membantu warga,” katanya.

Dia bahkan menyebut, warga yang mengaku belum dapat bantuan itu adalah provokator.

“Memang ada yang terlewatkan bantuan karena warga itu tidak melaporkan ke pihak terkait. Itu yang bilang belum ada bantuan provokator,” tandas Kandacong. (*)