Oknum Dosen dan Penyuluh Pertanian Palsukan Dokumen, Rugikan Masyarakat

MAKASSAR, suaraya.news — Direktur CV Aneka Jasa, Idil Syam SPd, akan melaporkan oknum dosen perguruan tinggi di Parepare DR AA dan penyuluh pertanian di Sidrap KhJ ke Polda Sulsel.

Itu terkait dugaan pemalsuan dokumen perusahaan CV Aneka Jasa yang digunakan untuk dugaan penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan  kerugian miliaran rupiah ratusan user (pembeli) tanah kavling di Pinrang.

Idil Syam di Makassar, Rabu, 3 Juli 2019, mengungkapkan, inti pelaporan ke Polda, selain pemalsuan dokumen perusahaan, pencemaran nama baik,  juga penjualan rumah milik Drs H Amran MPd, sebagai konsultan usaha CV Aneka Jasa oleh oknum DR AA dan KhJ tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. “Ini diketahui setelah  diperlihatkan kuitansi DP dan angsuran dari pembeli atas nama Hame,” ungkap Idil.

Dugaan penipuan dan penggelapan diketahui sejak adanya laporan para user sekitar 600 lebih kavling tanah di Desa Tellupanua, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, yang dikelola oleh Tim yang ditugaskan oleh CV Aneka Jasa.

User yang mengungkap itu di antaranya Anwar (41 kavling), Ariyani Syarifuddin (29 kavling), Mukhsin (5 kavling), Hamri SPd (2 kavling), Sumantri (5 kavling), Turmuzi (2 kavling), Santuriani (2 kavling), dan Rahmat (3 kavling).

Angsuran dari user diduga disunat oleh oknum DR AA dan KhJ. Itu masih ditambah sekitar 90 lebih kavling yang sudah lunas namun tidak terdaftar alias tidak memiliki kavling.

Sementara sekitar 600 kavling yang pembayaran cicilannya tidak sesuai diterima CV Aneka Jasa, setelah diklarifikasi ke KhJ, dia mengakui dana user yang digelapkan senilai Rp1,7 miiar lebih. “Namun kami yakin jauh lebih besar dari itu,” beber Idil.

Sebagian user dari Pinrang pernah datang dan menginap di Parepare untuk melakukan konfirmasi dengan memperlihatkan bukti pelunasan dan dipertemukan dengan pihak CV Aneka Jasa. Itu yang membuat oknum DR AA dan KhJ membuat surat pernyataan penyerahan kendaraan roda empat jenis Honda CRV kepada user atas nama Ariyani Syarifuddin SE, Hasbullah, Juharman, Duruanti Ansar, Abdurrahman Zaid.

“Namun beberapa bulan kemudian dimintai surat kuasa menjual, DR AA ternyata tidak bersedia menandatangani,” lanjut Idil.

CV Aneka Jasa, kata Idil, sudah melakukan antisipasi dengan menyurat kepada semua koordinator agar tidak menerima pembayaran. Harus langsung dibayar di Kantor CV Aneka jasa.

Idil membeberkan bukti pemalsuan dokumen di antaranya kartu piutang CV Aneka Jasa beralamat BTN Bukit Permai Blok E2/6 (kediaman DR AA dan KhJ), sistem penomoran surat,  stempel, tidak menggunakan SPSB (Surat Perjanjian Sewa Beli), menggunakan kuitansi dengan logo CV Aneka Jasa sebagai modus untuk menyakinkan user. Bahkan lebih miris lagi seorang user menyampaikan bahwa KhJ mengakui Amran adalah suaminya.

Idil menekankan, akibat dari ulah DR AA dan KhJ, berdampak pada tudingan sebagai “Penipu” yang beredar luas di Medsos dan kalangan kampus oleh oknum atas nama Hd, mitra oknum KhJ terhadap Amran, selaku konsultan usaha CV Aneka Jasa dan perusahaan secara umum.

“Suatu pertanyaan yang patut disimak mengapa demikian getol DR AA dan KhJ memaksakan menerima setoran, membuat dokumen palsu sedemikian banyaknya, tak ingin mempertemukan user dengan pihak CV Aneka Jasa dengan alasan user malas ke kantor. Sementara DR AA dan KhJ, sibuk dengan urusan dinasnya hingga sore hari bahkan malam di Sidrap. Mengapa membuat alamat kantor di rumahnya dan mengapa menyatakan Amran sebagai suaminya. Semua yang dilakukan tanpa gaji dan biaya dari perusahaan. Sedang Kantor Aneka Jasa buka setiap hari mulai pukul 07.30-19.00 dan ATK yang sangat lengkap,” papar Idir.

“Makanya kami laporkan untuk mendapatkan keadilan terhadap, pertama fitnah dan pencemaran nama baik Amran dan delik informasi dan transaksi elektronik (ITE). Dua, adanya opini bahwa CV Aneka Jasa sebagai pelaku penggelapan/penipuan. Ketiga, kekhawatiran adanya pengrusakan atau perampasan aset perusahaan dan pribadi. Dan, adanya perlindungan terhadap ratusan user yang dirugikan,” tandas Idil. (*)