Parepare Terapkan Pajak Online, Wali Kota Minta Pengusaha Patuh Demi Kemajuan Daerah

PAREPARE, suaraya.news — Kota Parepare menerapkan sistem pajak berbasis online. Para pengusaha di kota ini diminta patuh dalam membayar pajaknya demi mendukung bersama kemajuan daerah.

Hal ini diingatkan Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe dalam sosialisasi pajak daerah secara sistem online di ruang pola Kantor Wali Kota Parepare, Senin, 15 Juli 2019.

Wali kota didampingi Sekda Kota Parepare H Iwan Asaad dan Pimpinan Bank Sulselbar Parepare.

Sementara peserta sosialisasi adalah para pengusaha kafe, restoran, dan hotel di Parepare.

“Sistem pajak online ini sangat penting. Apa yang pemerintah laksanakan ini adalah regulasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program ini untuk kebaikan kita semua. Kita harus sadar akan tanggungjawab,” pinta Taufan di hadapan para pengusaha.

Wali kota dua periode ini menekankan, dengan transaksi pajak melalui sistem online akan meminimalisir kebocoran pajak.

Bahkan untuk menjamin sistem ini berjalan baik di daerah, KPK akan turun langsung memantau.

“Jangan sampai ada yang tidak paham apalagi bertahan dengan prinsipnya. Itu pasti ada konsekuensi bagi para pelaku usaha. Risikonya tidak kecil kalau ada pelaku usaha yang nakal. Pelaku usaha bisa dipandang sebagai penggelapan oleh KPK. Kita minta kesadaran pelaku usaha,” imbuh Taufan.

Sekda Iwan Asaad mengatakan, saat ini sudah 20 tempat usaha di Parepare yang dipasangi alat perekaman pajak online.

Ditarget hingga akhir September 2019, sudah 200 tempat usaha di Parepare yang menggunakan alat perekaman pajak online.

Dengan sistem pajak online ini, Iwan menjamin sulit terjadi kebocoran.  Pendapatan asli daerah (PAD) akan semakin besar, dan pembangunan akan meningkat.

“Sehingga kita semua turut berkontribusi dalam memajukan Kota Parepare,” tandas mantan Kepala Bappeda Parepare ini. (*)