Guru Besar Hukum Pidana Unhas Salut Putra Parepare Handar Subhandi, Lewati Ujian Hasil Penelitian Disertasi Program Doktor

MAKASSAR, suaraya.news — “Handar yang handal,” demikian penilaian Prof. Dr. Andi Muh Sofyan, SH, MH usai membacakan ujian hasil penelitian yang sangat memuaskan dari Handar Subhandi Bakhtiar.

Prof Sofyan adalah promotor Handar Subhandi Bakhtiar, putra Parepare, kandidat doktor ilmu hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Pujian dari guru besar hukum pidana Unhas itu terungkap usai Handar mengikuti Ujian Hasil Penelitian Disertasi dengan Judul “Hakikat Bedah Mayat (Autopsi Forensik) Dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana di ruangan kuliah program doktor Fakultas Hukum Unhas, Rabu, 14 Agustus 2019.

Selain Prof Sofyan, Tim Promotor lainnya adalah Prof. Dr. Muhadar SH MS dan Prof. Dr. Slamet Sampurno SH MH DFM, masing-masing sebagai Ko Promotor.

Sedangkan Tim Penguji adalah Prof. Dr. H. Said Karim SH MH MSi CLA, Dr. Haeranah SH MH, Dr. Harustiati A. Muin SH MH dan Dr. Amir Ilyas SH MH.

Para promotor dan penguji sangat salut dan memberikan apresiasi tinggi atas penelitian yang dilakukan Handar Subhandi.

Dari hasil penelitiannya menyatakan bahwa untuk hakikat dari bedah mayat (autopsi forensik) adalah untuk mengungkap kebenaran dan sebab akibat kematian yang terjadi kepada korban atau jenazah serta menjadi alat bukti berupa keterangan ahli dan surat (visum et repertum) yang akan amat sulit dibantah oleh pelaku di dalam proses pembuktian nantinya.

Handar dalam ujian menyarankan agar segera dilakukan pembaharuan dalam KUHP dan KUHAP khususnya yang berisi aturan terkait bedah mayat dan agar pemerintah segera membentuk badan khusus pelaksanaan dan pengelolaan data forensik guna untuk kepentingan peradilan dan kepentingan hukum lainnya.

Ujian Hasil Penelitian ini merupakan tahap dua dalam rangkaian ujian pada jenjang program doktor dan selanjutnya akan mengikuti ujian tutup (pra promosi) serta Ujian Promosi Terbuka sebagai tahapan dalam meraih gelar doktor dalam ilmu hukum.

Ayah Handar, H Bakhtiar Syarifuddin berharap agar Handar jangan pernah berhenti untuk belajar.

Karena pendidikan itu merupakan gerakan dan kekuatan yang dahsyat untuk mengubah wajah kehidupan masa depan.

“Ingatlah, bahwa ada puluhan bahkan mencapai ribuan kenangan indah bisa terukir dan membuat hidup kita tersenyum dari goresan pendidikan,” ingat Bakhtiar, tokoh masyarakat Parepare.

Capaian Handar juga disambut bahagia teman seperjuangannya di angkatan 2017. Padahal belum cukup 2 tahun mengembara dalam dunia akademik di program doktor Unhas, wisudawan terbaik Pascasarjana Unhas 2017 ini, mencatatkan diri sebagai orang pertama menembus ujian hasil program doktor.

“Jalanlah sobat, melangkahlah terus. Tunggu aku di pintu mimbar akademik. Di sana, kita akan merangkul bersama kebanggaan yang menjadi impian kita semua. Doa yang selalu dilafadzkan orangtua kita. Insya Allah akan selalu menyinari perjuangan tuk sebuah pengabdian yang tak terbatas. Selamat dan semangat!..,” pesan Rafika, sahabat Handar di angkatan 2017. (*)