Gerakan Seniman Masuk Sekolah Hanya Ada di Parepare

PAREPARE, suaraya.news — Kembali terobosan dilakukan Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Yakni meluncurkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Di Sulawesi Selatan, gerakan ini hanya ada di Parepare.


Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Parepare, Hj St Amina Amin yang mewakili Wali Kota Parepare resmi meluncurkan gerakan itu di hadapan 840 siswa dari 21 sekolah SD dan SMP se-Parepare di alun-alun kota Lapangan Abdi Makkasau, 21 Agustus 2019.

Hadir saat peluncuran Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Drs Arifuddin Idris, Kepala Bidang Kebudayaan, Mustadirham, dan seniman se-Parepare.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parepare, Mustadirham mengatakan, Kota Parepare merupakan satu-satunya Kabupaten/Kota dari 24 Kabupaten/Kota di Sulsel ditunjuk menjadi penyelanggara Gerakan Seniman Masuk Sekolah oleh Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Hal yang menjadikan Parepare sebagai satu-satunya kota di Sulsel penyelenggara kegiatan ini, karena kami pernah melaporkan melalui data-data yang kami susun dalam bentuk pokok pikiran kebudayaan daerah. Di dalamnya ada cagar budaya dan data kesenian yang kami laporkan ke kementerian pada tahun 2018 pada acara Kongres Kebudayaan,” ungkap Mustadirham.

Mustadirham berharap, semua komponen yang terlibat dalam pengembangan kesenian daerah betul-betul memiliki rasa ranggung jawab mulai dari seniman hingga peserta dan pemerintah daerah untuk berkontribusi.

Apresiasi diungkap Asisten I Hj St Amina Amin. Dia mengatakan, selama ini sekolah-sekolah masih kesulitan dalam menerapkan keseimbangan sosial dan emosional para siswa, karena mengalami keterbatasan dan kendala di sekolah terutama dalam menghadirkan guru seni di sekolah yang memiliki kompetensi di bidang seni budaya.

“Karena itu saya menyambut gembira program Gerakan Seniman Masuk Sekolah Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam memfasilitasi untuk menghadirkan guru seni budaya yang memiliki kompetensi di bidang seni budaya agar dapat menginspirasi dan memenuhi pendidikan anak seutuhnya. Ini dalam rangka membangun iklim sekolah yang menyenangkan, mengasyikkan mencerdaskan, dan menguatkan,” tegas St Amina. (*)