Rakernas Majelis Dikdasmen, Mendikbud Ingatkan SPM Sekolah Muhammadiyah Harus Melampaui Negeri

YOGYAKARTA, suaraya.news — Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM, dan PDM se-lndonesia di Yogyakarta, 5-7 September 2019.

Rakernas yang berlangsung di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta Kalasan, Karang Nongko, Tirtomartani, Sleman itu, dibuka Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir.


Mendikbud yang merupakan Ketua PP Muhammadiyah membidangi Pendidikan; Penelitian dan Pengembangan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy hadir membawakan kuliah umum.

Ketua Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Parepare, Drs Parman Farid MM yang hadir dalam Rakernas mengemukakan, ada beberapa poin penting yang disampaikan Mendikbud.

Di antara poin-poin itu adalah paradigma sekolah-sekolah Muhammadiyah harus melebihi standar pelayanan minimum (SPM) sekolah negeri. “Kalau sekolah Muhammadiyah tidak mau gulung tikar,” kata Parman.

Poin lain yang disampaikan Mendikbud adalah tidak boleh ada kepala sekolah (Kepsek) tidak berasal dari guru yang hebat. Tidak boleh ada pengawas bukan berasal dari Kepsek yang hebat.

Kalau ada Kepsek yang menganggap tidak ada masalah di sekolah berarti Kepsek itu tidak tahu kerja,” imbuh Parman.

Parman juga mengungkapkan, Mendikbud minta agar standar pelayanan minimum (SPM) sekolah Muhammadiyah dinaikkan.

Dan SPM sekolah Muhammadiyah harus melampaui sekolah negeri. “Pak menteri juga menyampaikan anak-anak jangan dipaksakan menghapal. Tapi mestinya diarahkan untuk mengolah data dan daya kritis justru harus ditingkatkan untuk menghasilkan sesuatu,” ingat Parman yang juga Ketua Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare.

Sesuai pesan Mendikbud, Parman menekankan, Muhammadiyah jangan dirikan sekolah hanya mengharapkan dana bos atau gratis.

Dalam kesempatan itu, Majelis Dikdasmen PDM Parepare melaporkan tentang pelaksanaan Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) yang menjadi keunggulan sekolah Muhammadiyah dibanding sekolah umum. (*)