8 Besar Walikota Cup Gunakan 2×45 Menit, Draw Langsung Adu Penalti

PAREPARE, suaraya.news — Babak perempat final atau delapan besar turnamen sepak bola Walikota Cup 2019 akan menggunakan sistem waktu pertandingan 2×45 menit.

Tidak lagi 2×35 menit seperti pada babak penyisihan. Dan tidak menggunakan sistem perpanjangan waktu jika pertandingan berakhir draw di waktu normal, karena langsung dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.


Ini merupakan salah satu poin hasil meeting antara klub yang lolos babak delapan besar dengan panitia Walikota Cup dan Askot PSSI Parepare di Restoran Asia, Parepare, Senin, 14 Oktober 2019.

Jadwal babak perempat final berubah dari semula Senin sore, 14 Oktober 2019, menjadi Rabu malam, 16 Oktober 2019.

“Perubahan ini karena berdasarkan hasil pembicaraan panitia, Askot PSSI dengan Bapak Walikota diminta agar pertandingan babak delapan besar pada malam hari. Panitia pun butuh waktu dua hari untuk membenahi stadion,” ungkap Ketua Askot PSSI Parepare, M Rahmat Sjamsu Alam dalam meeting.

Namun perubahan jadwal ini tidak mengubah skema pertandingan. “Hanya jadwal yang berubah, mundur dua hari, kemudian dari sore menjadi malam hari. Kalau skema tetap sama seperti yang disusun panitia sebelumnya,” lanjut Ato, sapaan akrab Rahmat.

Poin lain dari meeting selain waktu pertandingan 2×45 menit, adalah mulainya pertandingan. Yakni kick-off tepat pukul 19.30 Wita.

Tim yang terlambat ada konsekuensi sanksi yang harus diterima. Sementara rombongan tim yang bertanding hari itu, maksimal 30 orang yang diakomodir panitia.

Dari 30 orang itu, 11 adalah pemain yang bermain di lapangan, sembilan cadangan yang duduk di bangku cadangan (bench), didampingi tujuh ofisial di bench. Tiga ofisial lagi, berada di tribun penonton.

“Di luar dari 27 orang pemain dan ofisial di bench, tidak dibolehkan. Petugas atau panitia punya kewenangan untuk mengusir kalau di bench melebihi 27 orang,” ingat Rahmat.

Poin lainnya adalah soal wasit, yang dipertimbangkan oleh panitia untuk didatangkan dari luar daerah.

Ataupun tetap wasit lokal, namun yang sudah memiliki lisensi atau sertifikasi. Hal lain adalah tim medis.

Medis yang disiagakan oleh panitia adalah petugas kesehatan dari Call Centre 112 Dinas Kesehatan Parepare yang stand by bersama dua unit ambulans di dalam stadion.

Selain tim medis dari panitia, tim medis dari klub juga bisa masuk ke dalam lapangan secara bersamaan asal diminta oleh wasit.

Selain itu, masalah kebersihan juga menjadi perhatian panitia. Klub diminta memperhatikan kebersihan area bench, dengan tidak meninggalkan sampah setelah pertandingan selesai.

Dalam rapat, semua perwakilan klub yang lolos delapan besar hadir. Dari Askot PSSI, selain ketua, juga hadir Sekum H Edhar Abdullah.

Dari panitia hadir Wakil Ketua Panitia Ardiansyah Arifuddin, dan seluruh perangkat pertandingan mulai wasit, seksi pertandingan, medis hingga koordinator Penerangan Jalan Umum (PJU).

Semua pertandingan babak delapan besar digelar di Stadion Gelora Mandiri (SGM) Parepare, yang segera berganti nama menjadi Stadion Gelora BJ Habibie.

Skema pada babak delapan besar diawali pertandingan antara juara grup C, FC Bhayangkara melawan runner-up grup D, BML FC pada Rabu, 16 Oktober 2019.

Lalu pada Kamis, 17 Oktober 2019, antara juara grup D FC Bimantara melawan runner-up grup C Jawi Putra FC.

Jumat, 18 Oktober 2019, juara grup A Media FC melawan runner-up grup B RSUD AM FC. Dan Sabtu, 19 Oktober 2019, juara grup B Bacukiki United FC melawan runner-up grup A Beringin FC. (*)

Jadwal Pertandingan Babak 8 Besar

Rabu, 16 Oktober 2019, pukul 19.30 Wita
FC Bhayangkara Vs BML FC

Kamis, 17 Oktober 2019, Pukul 19.30 Wita
FC Bimantara Vs Jawi Putra FC

Jumat, 18 Oktober 2019, Pukul 19.30 Wita
Media FC Vs RSUD AM. FC

Sabtu, 19 Oktober 2019, Pukul 19.30 Wita
Bacukiki United FC Vs Beringin FC