Adopsi Inovasi Badung, Parepare Optimis Majukan Pariwisata dan Pengelolaan PAD

BADUNG, suaraya.news — Tiga puluh pejabat peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat III angkatan VII Pemerintah Kota Parepare, melakukan Benchmarking di Kabupaten Badung, Selasa 15 Oktober 2019.

Kegiatan ini dipimpin langsung Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, didampingi Plt Kepala BKPSDMD Kota Parepare, H Gustam Kasim, Asisten I Hj St Amina Amin, Kadis Kominfo, HM Iskandar Nusu, Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Hj Renny Anggraeny Sari, Kepala BKD, H Jamaluddin Ahmad, dan Kepala Disporapar, Amarun Agung Hamka.


Keberhasilan Kabupaten Badung dalam pengelolaan PAD, khususnya pariwisata di Indonesia, menjadi alasan dipilihnya daerah yang kini memiliki PAD Rp5,5 triliun lebih pertahun itu.

Ada tiga lokus sasaran kegiatan Benchmarking Latpim III Pemkot Parepare di Badung, yakni pengelolaan PAD, pengelolaan pariwisata, dan lingkungan hidup (LH).

“Harapannya, Benchmarking ini dapat mengidentifikasi, mengadopsi serta melakukan adaptasi terhadap proses pengelolaan program pada aspek-aspek unggul yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung,” ungkap Wali Kota Taufan Pawe saat menyampaikan sambutan maksud kunjungan.

Kabupaten Badung, tambah Taufan, memiliki banyak inovasi yang menjadi best practice. Salah satunya pengelolaan pariwisata. “Minimal kita bisa adopsi 10 persen saja, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

Rombongan Benchmarking Latpim III Pemkot Parepare diterima di aula Kantor BPSDM Kabupaten Badung. Mewakili Bupati Badung hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Ir. I Made Badra, MM.

Dalam sambutannya, I Made Badra mengatakan, Kabupaten Badung kini ditopang APBD sekitar Rp6 triliun lebih. Dari jumlah tersebut Rp5,5 triliun bersumber dari PAD Kabupaten Badung.

Sektor wisata adalah andalan utama daerahnya. Saat ini, Badung tak hanya mampu membiayai daerahnya sendiri dari PAD yang berlimpah, tetapi juga kabupaten tetangga, termasuk Kota Dempasar.

Pada kesempatan ini, I Made Badra juga memaparkan kemajuan pengelolaan smart city Badung. Lebih dari 100 aplikasi kata dia, telah terintegrasi di sistem smart goverment yang berpusat di Dinas Kominfo Kabupaten Badung.

Dia bercerita, pengelolaan sektor wisata pada dasarnya ditopang oleh Smart City yang bertumpuh pada paradigma Community Based Tourism. Pengelolaan pariwisata daerah ini mengandalkan kreativitas masyarakat sendiri.

Saat ini kata dia, sektor wisata Badung pengembangannya telah bertaraf dunia. Banyak kata dia, daerah daerah di Indonesia membangun MoU dengan Badung di sektor pariwisata.

Dia pun berharap, Pemkot Parepare bisa melakukan hal serupa, sehingga ke depan bisa dilakulan berbagai kerjasama yang saling menguntungkan. Salah satunya sektor pariwisata. (*)