Terbaik ke-3 di Sulsel, Selayar Berguru Strategi Turunkan Angka Kemiskinan di Parepare

PAREPARE, suaraya.news — Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Selayar melakukan benchmarking terkait program penanggulangan kemiskinan di Kota Parepare.

Dipilihnya Parepare, karena Parepare menempati posisi ketiga terbaik di Sulsel dalam menurunkan angka kemiskinan. Ini berdasarkan data BPS Sulsel tahun 2018


TKPKD Selayar diterima oleh TKPKD Parepare dalam hal ini Bappeda Parepare, Rabu 16 Oktober 2019.

Kabid SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, H Andi Ardian mewakili Kepala Bappeda selaku Sekretaris TKPKD yang menerima rombongan mengatakan, Selayar berguru untuk mengetahui strategi bagaimana menurunkan angka kemiskinan di Kota Parepare.

“Selayar datang berguru karena berdasarkan data angka kemiskinan yang dilansir BPS tahun 2018, Parepare merupakan daerah ketiga terendah angka kemiskinannya di Provinsi Sulsel, setelah Sidrap dan Makassar,” ungkap Andi Ardian.

Andi Ardian mengemukakan, dalam tiga tahun terakhir angka kemiskinan Parepare terus menurun dengan nilai persentase pada tahun 2016 sebesar 5.73, tahun 2017, 5.70, dan tahun 2018, 5.59.

Dalam kesempatan itu, Anggota TKPKD Parepare, Nirmalasari Haya memaparkan tentang strategi yang dilakukan Pemkot Parepare menurunkan angka kemiskinan.

Menurut Nirmalasari, Pemkot mengedepankan tiga pendekatan (3P) yaitu pendekatan data, pendekatan program, dan pendekatan koordinasi.

“Pendekatan data itu bahwa usulan penerima program bantuan program penanganan fakir miskin berdasarkan basis data terpadu (BDT). Hal ini merupakan acuan nasional dan amanah UU No13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin, agar penyaluran bantuan dapat berjalan secara tepat sasaran. Secara periodik, dalam dua kali setahun BDT akan diupdating melalui mekanisme verifikasi dan validasi data,” terang Nirmalasari.

Pendekatan program, lanjut Nirmalasari, bahwa untuk menurunkan angka kemiskinan Pemkot Parepare mendorong sejumlah program strategis di SKPD.

Sementara pendekatan koordinasi, kata Nirmalasari, penguatan koordinasi yang dibangun melalui TKPKD Parepare merupakan salah satu fungsi monitoring untuk memastikan terlaksananya koordinasi lintas sektor dengan SKPD penanggung jawab program penanganan fakir miskin.

“Tujuan dari semua pendekatan ini adalah agar pelaksanaan program bantuan penanganan fakir miskin dapat tercapai dengan prinsip 6T (tepat sasaran, tepat jumlah, tepat manfaat, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat administrasi),” ungkap Nirmalasari.

Kasubid Pemerintahan dan Aparatur Bappeda Parepare ini melanjutkan, jika 6T ini dapat dicapai, keran penurunan angka kemiskinan akan terbuka.

Anggota TKPKD lainnya yang juga Kasubid SDM Bappeda Parepare, Syarifullah memaparkan seputar perencanaan anggaran program penanggulangan kemiskinan.

“Bahwa memang yang paling utama dalam penanganan fakir miskin adalah komitmen pimpinan. Wali Kota Parepare sangat berkomitmen menurunkan angka kemiskinan dengan mendorong berbagai program penanggulangan kemiskinan,” tandas Syarifullah. (*)