Kupu-kupu Efek

Legislatif Corner’s

Oleh: Usman Suhuriah
Wakil Ketua DPRD Sulbar

Percayakah bahwa sebuah peristiwa kecil bisa memberi gelombang perubahan begitu besar bahkan terhadap terciptanya sejarah baru bagi manusia. Dan tentang ini oleh Edward N. Lorenz lewat teorinya yang ia sebut butterfly effect (efek kupu-kupu) menjadi lebih gamblang. Malah Edward menyebut , “kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil bisa memacu badai Tornado di Texas untuk beberapa bulan kemudian”.
Pikiran Edward ini tentu dapat dilihat dengan terjadinya rentetan kejadian untuk kemudian membawa perubahan besar. Termasuk kejadian corona virus dengan wujudnya kecil atau menurut ahlinya hanya seukuran 400-500 mikrometer ini tetapi kemudian menciptakan ledakan sebab ke seluruh dunia. Dan meski begitu, seperti dimaksud dalam teori kupu-kupu efek, bagian manakah yang dilihat sebagai attractor (penarik perhatian) sehingga virus ini muncul.
Terdapat analisa menarik dari sebuah tulisan membahas teori kupu-kupu efek hubungannya dengan suatu faktor. Penggambarannya mencontoh perang Irak. Dimana perang ini baru disebut berakhir setelah sukses mengarak mendiang presiden Saddam Husein ke tiang eksekusi mati di Camp Justice Khadimiya pinggiran kota Baghdad (1999). Dan tahukah bahwa pada saatnya semua orang tak tahu apa sesungguhnya pemicu perang.
Ternyata penarik perhatiannya (attractornya) adalah seorang bocah Kuba bernama Elian. Diceritakan Elian ditemukan terapung di lepas pantai AS oleh para nelayan. Bocah ini belakangan diketahui adalah korban perebutan ayah ibunya yang keduanya telah meninggal. Karenanya terdapat perdebatan sengit di kalangan warga AS maupun warga Kuba di AS dalam hal siapa yang memiliki hak asuh atas Elian. Perdebatannya kian sengit sebab sampai masuk ke dalam debat Capres AS antara George W Bush mewakili partai Republik dan Al Gore partai Demokrat.
Tetapi apa yang diketahui soal Elian ini kecuali dengan informasi kepemilikan senjata pemusnah massal Irak sebagai yang disebut penyebab perang. Tetapi di sini tidak berhubungan sama sekali sebagai penyebab peperangan atau sebagai alasan AS menginvasi Irak hingga menyulut kobaran api dalam perang teluk.
Tak ayal bocah Elianlah diketahui memberi andil atau penarik perhatian karena telah membuat Goerge W Bush terpilih jadi presiden. Sang presiden meraup suara telak di Florida dan membuatnya melenggang ke gedung putih. Itu karena warga Kuba di Amerika yang berdiam di Florida sangat tidak setuju dan sangat geram dengan pandangan Al Gore dalam hal siapa yang berhak mengasuh Elian. Karena itu Al Gore kalah lantaran menghadapi antipati pemilih di Florida.
Bila saja Elian tidak diselamatkan nelayan dan kemudian mendapatkan pembelaan dari capres Goerge W Bush, maka hampir pasti yang terpilih jadi presiden adalah Al Gore bukan George W Bush. George W Bush memang mendukung perang Irak sebelum ia terpilih menjadi presiden. Karenanya ia menjadi presiden untuk akhirnya leluasa menarik pelatuk senjata ke Irak.
Alhasil, perang Irak yang semula diklaim penyebabnya karena kepemilikan senjata pemusnah massal, tetapi kemudian yang sebenarnya terjadi adalah karena keberadaan Elian. Maka halnya sama disebut dalam kupu-kupu efek sebagai X faktor yang luput dari perhatian tetapi sesungguhnya adalah sebagai penyebab.
Untuk pandemi Covid-19 tentu setidaknya dapat dilihat dalam analisis yang sama bila ingin menjawab apa pula penyebabnya. Saat hanya diketahui asal virus ini bermula di Wuhan China. Tetapi tak diketahui mengapa virus ini muncul untuk kemudian meledak bagai badai tornado melanda ke seluruh dunia. Apa attractornya atau yang mana penarik perhatiannya seperti dikemukakan dalam teori Kupu-kupu efek ?
Mungkinkah yang disebut attractornya adalah yang selama ini memang luput dari perhatian. Meliputi karena telah hilangnya keseimbangan kehidupan alamiah. Karena musnahnya predator yang semula merupakan siklus kehidupan damai dengan berbagai jenis virus tetapi putus karena tebasan pepohonan di suatu belantara hutan atau karena pembukaan lahan tambang jauh di belahan benua lain.
Sehingga mengenai keseimbangan alamlah yang kembali memang perlu direnungi entah benar-benar attractornya. Dan tentang corono virus yang kemudian bagai kepakan sayap kupu-kupu yang menjadikan badai perubahan ke seluruh dunia. Entah virus ini memang hanyalah ia sebagai dampak oleh suatu sebab. Wallahu a’lam.