Berbicara di Webinar IDI se-Indonesia, Taufan Pawe Tekankan Terobosan Tangani Covid-19, Jangan Abaikan Hak Medis-Nakes

PAREPARE, suaraya.news — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe menjadi pembicara dalam Web Seminar (Webinar) Forkom Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wilayah/Perhimpunan se-Indonesia, Minggu, 25 Juli 2021.

Dalam Webinar nasional mengusung tema “Gerakan Dokter Semesta Melawan Covid-19, Antara Wacana dan Realita” itu, Wali Kota Taufan Pawe mengungkap perlunya terobosan dalam menangani Covid-19. Termasuk kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan (Nakes) harus diperhatikan. Jangan pernah abaikan hak-hak medis dan Nakes yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Wali Kota bergelar doktor ilmu hukum ini mengemukakan, negara harus hadir di tengah situasi pandemi saat ini, termasuk simbol-simbol negara di daerah. “Nakes tidak bisa berjalan sendiri. Negara harus hadir sebagai garda terdepan. Apalagi negara kita adalah kepulauan yang terdiri dari 514 Kabupaten Kota ditambah 34 Provinsi. Sehingga harus ditangani secara extraordinary,” papar Taufan Pawe.

TP, begitu akronim populernya menekankan, penanganan Covid-19 di daerah harus perkuatan kearifan lokal. Kebijakan Pemerintah Pusat harus linier ke daerah. Namun tetap juga harus memperhatikan otonomi daerah.

Di Parepare, kata dia, Pemerintah Kota hadir selain memberikan perlindungan terhadap rakyatnya, juga memberikan perlindungan terhadap para Nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. “Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada para Nakesnya, sehingga di Parepare kami tidak pernah mengabaikan hak-hak para Nakes. Kesejahteraannya tidak boleh terganggu,” tegas Wali Kota berlatar belakang profesional hukum ini.

Kepala daerah, kata dia, harus memiliki terobosan dalam memberikan kenyamanan bagi pasien maupun tenaga kesehatan di daerahnya. Sehingga Pemerintah Daerah memperkuat eksistensi, dan kepala daerah melahirkan terobosan serta inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Di akhir pemaparannya, Taufan menyampaikan bahwa masalah Covid-19 masih sulit diprediksi kapan berakhir. “Persoalan Covid-19 susah diprediksi kapan berakhir, sehingga dibutuhkan bahu membahu dalam penanganannya. Sehingga tahun ini, saya menghadirkan Covid Centre yang berada di luar dari area rumah sakit. Covid Centre ini, kita upayakan bisa dioperasikan pada Desember ini. Apalagi Covid Centre menggunakan teknologi yang memadai, sistem hepafilter dan terintegrasi,” ungkap Wali Kota yang baru saja meraih penghargaan Best Overall di ajang Indonesia Visionary Leader 2021 ini.

Di Webinar ini, Taufan Pawe berbicara tentang Peran Pemda dalam Manajemen Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dan Kesejahteraannya dalam Melawan Covid-19.

Taufan Pawe menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang diundang menjadi pembicara dalam Webinar nasional ini. Gerakan Dokter Semesta ini melibatkan sekitar 200 ribu dokter baik umum maupun spesialis se-Indonesia.

Para pembicara lainnya dalam Webinar adalah Ketua MKKI Prof. Dr. dr. David S. Perdanakusuma, Ketua MKEK Dr. Pukovisa Prawiroharjo, Plt Kepala Badan PPSDM Kemenkes RI, Dr. Kirana Pritasari.

Taufan Pawe di awal pemaparannya merasa bangga dan terhormat diundang menjadi pembicara dalam Webinar. “Forum ini sangat bernilai sekali untuk bangsa dan negara, apalagi di situasi pandemi Covid-19 saat ini,” tandas Wali Kota Parepare dua periode ini. (*)