Selama Tujuh Hari Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Wajo Berjalan Baik

WAJO, suaraya.news — Pemerintah mendorong penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk mengurangi risiko dampak sosial negatif berkepanjangan. Adapun dampak bukan hanya meliputi kualitas pendidikan, melainkan juga tumbuh kembang dan hak anak. Pandemi terus menunjukkan tren perbaikan, karena itu, pemerintah tidak ingin menunda lagi untuk mempercepat pembukaan proses PTM terbatas di wilayah yang sudah menerapkan PPKM Level 1, 2, dan 3 secara bertahap.

Pemerintah Kabupaten Wajo telah melaksanakan PTM terbatas untuk semua jenjang pendidikan sejak Senin, 6 September 2021.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wajo, Yahya SSos MSi menilai pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang sudah berlangsung selama 7 hari ini berjalan baik.

“Semua siswa dan tenaga pendidik dalam kondisi sehat selama mengikuti PTM terbatas. Mereka tetap mematuhi protokol kesehatan selama PTM terbatas,” ungkap Yahya, Selasa, 14 September 2021.

Dia mengaku rutin mengecek kondisi sekolah baik secara langsung maupun melalui koordinator wilayah di masing-masing kecamatan. “Kepatuhan protokol kesehatan siswa dan guru menurut saya sudah baik, meskipun masih ada beberapa yang kami temukan terjadinya kerumunan. Itu kami langsung sampaikan kepada tim gugus sekolah untuk melakukan pencegahan agar terus selalu mengingatkan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ingat Yahya.

Kabid SMP juga menyarankan agar pembina tidak perlu berusaha mengejar ketertinggalan materi pembelajaran saat awal-awal pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Beri motivasi kepada anak didik tentang kesehatan.

“Pastikan anak-anak kita mematuhi protokol kesehatan, bangun karakter dan kesenangan anak akan sekolah. Hal itu demi membangun mental anak agar siap bersekolah kembali,” tandas Yahya. (*)