Pekan Kesadaran Anti Mikroba Sedunia, Apoteker RSUD Andi Makassau Ingatkan Masyarakat Resistensi Anti Mikroba

PAREPARE, suaraya.news — Memperingati Pekan Kesadaran Anti Mikroba Sedunia 2021, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melakukan sosialisasi di ruang tunggu poliklinik rawat jalan RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Rabu, 24 November 2021. Sosialisasi ini bertema “Spread Awareness, Stop Resistance (Tingkatkan Kepedulian, Stop Resistensi).

Apoteker Klinik Instalasi Farmasi RSUD Andi Makkasau, Apt Nurdaya mengatakan, tujuan dari kegiatan ini agar apoteker dan masyarakat dapat mengetahui serta bijak dalam menggunakan obat antibiotik baik dari penggunaan, penyimpanan serta cara membuang/memusnahkan obat antibiotik yang sisa (rusak/kedaluwarsa).

“Perlu masyarakat ketahui, anti mikroba merupakan golongan obat keras. Untuk mendapatkannya harus dengan resep dokter dan menggunakannya pun harus dengan pengawasan dokter,” ingat Nurdaya.

Divisi Pendidikan dan Riset IAI Cabang Parepare ini mengemukakan, penggunaan anti mikroba jika kurang atau berlebihan akan menyebabkan resitensi.

“Resistensi itu keadaan di mana mikroba (bakteri) menjadi lebih kebal terhadap anti mikroba yang digunakan untuk mengobati infeksi pada tubuh,” ungkapnya.

Contoh penggunaan anti mikroba yang salah di masyarakat, kata Nurdaya, ketika ada warga mengeluh nyeri badan kemudian membeli sendiri obat anti mikroba sejenis ampicilin untuk diminum.

Penggunaan ampicilin di sini, kata dia, tidak sesuai indikasi karena ampicilin merupakan antibiotik golongan penisilin spektrum luas untuk mengobati infeksi bakteri gram posiitif dan gram negatif. Tidak tepat indikasi jika digunakan pada keluhan nyeri tanpa ada tanda-tanda infeksi.

“Jadi kami imbau, segera konsultasi ke dokter jika ada keluhan mengenai kesehatan anda. Karena yang dapat menilai tingkat infeksi adalah tenaga medis atau dokter, jadi dapatkan antibiotik sesuai resep dokter,” tandasnya. (*)