Tidak Lagi Manual, Pelindo Segera Terapkan E-Pass Masuk Pelabuhan Parepare

PAREPARE, suaraya.news — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Parepare akan menerapkan sistem retribusi elektronik digitalisasi untuk masuk di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Dengan sistem retribusi elektronik atau E-Pass ini, pungutan liar (Pungli) dapat dicegah, sekaligus menjamin transparansi dan akuntabilitas tata kelola di Pelabuhan Parepare.

Hal ini diungkap General Manager PT Pelindo Cabang Parepare, Sardi ST saat menerima audiens Panitia Konferensi Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Parepare-Barru di ruang kerjanya, Rabu, 24 November 2021.

“Mulai awal Desember ini kita sosialisasikan, selanjutnya mulai efektif diterapkan pada awal 2022. Jadi tidak ada lagi sistem manual seperti sebelumnya,” ungkap Sardi.

Sardi mengakui, selama ini sistem retribusi masuk di Pelabuhan Parepare dengan cara konvensional atau manual. Itu sangat memungkinkan terjadi Pungli. “Makanya untuk mencegah terjadinya Pungli, E-Pass ini kami terapkan. Nantinya saat sosialisasi, Perbankan yang kami temani kerja sama akan mensosialisasikan kartu yang digunakan E-Pass. Jadi seperti di gerbang tol, cukup gesekkan kartu, portalnya terbuka,” terang Sardi.

Selain E-Pass, Sardi juga akan menggandeng PT Pelni dan travel-travel untuk menerapkan sistem tiket elektronik atau E-Ticketing. “Seperti di bandara nantinya, cukup pakai scan barcode untuk masuk di terminal tunggu dan naik di atas kapal. Jadi tidak lagi menggunakan cara-cara manual,” kata Sardi.

Rencananya, Pelindo Parepare akan menggandeng PT Centre Park selaku vendor untuk penerapan E-Pass di Pelabuhan Nusantara dan Pelabuhan Cappa Ujung. Itu untuk penyebarluasan aplikasi E-Pass yang dioperasikan kembali dengan perangkat baru yang mengakomodir transaksi non tunai atau E-Money.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Triono SPel MM mendukung penuh penerapan sistem elektronik itu untuk digunakan di Pelabuhan Parepare. “Ke depan, pemberian E-Pass akan disesuaikan dengan urusan masing-masing instansi dan seluruh perusahaan pelayaran yang ada,” kata Triono yang merupakan alumni SMAN 1 Parepare ini. (*)