Solidaritas dan Kebersamaan, Erna Rasyid Taufan Bersama Family Creative Community ke Bandung-Tasikmalaya

BANDUNG, suaraya.news — “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban”, penggalan kalimat rasa syukur atas nikmat Allah yang tertulis dalam surah Ar-Rahman. “Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan,” kalimat ini kerap diulang Hj Erna Rasyid Taufan, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Parepare saat bercengkrama dengan pengurus PKK lainnya.

Sebagai pembina dan ketua di berbagai organisasi, Erna Rasyid Taufan tampak tak pernah istirihat. Istri Taufan Pawe, Wali Kota Parepare kali ini bersama rombongan pengurus Family Creative Community (FCC), sebuah komunitas yang dihuni perempuan kreatif dari berbagai latar profesi merupakan satu dari sekian banyak organisasi yang dibina.

Erna Rasyid Taufan bersama FCC melakukan studi tiru di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain studi tiru, perjalanan dari 4 hingga 7 Januari 2022 ini juga akan melaksanakan rapat kerja usai pemilihan pengurus dan perombakan panitia peringatan HUT ke-13 FCC di Kota Bandung.

Di dalam bus pariwisata yang dikendarai rombongan berjumlah puluhan orang ini terlihat kekompakan, solidaritas, dan penghargaan antara sesama.

Erna Rasyid Taufan sebagai pembina pun mampu mengadaptasikan diri. Saat diminta oleh pengurus untuk menyanyikan lagu, ia pun menunjukkan kebolehan dengan bernyanyi. Berbagai genre lagu dilantunkan mampu menghidupkan suasana. Satu di antara yang dinyanyikan adalah Ya Tarim, lagu religi yang menceritakan sebuah daerah yang paling diberkati di muka bumi. Lagu itu diciptakan oleh Habibi Hasan Ja’far Assegaf, Pembina Majelis Zikir dan Salawat Nurul Musthofa.

Meski demikian, dia tetap meluangkan waktu mengikuti orasi ilmiah sang suami, Taufan Pawe yang diundang khusus dalam kegiatan Milad ke-50 Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), secara virtual.

Di antara sekian cerita menarik selama dalam bus perjalanan di hari pertama itu, ada hal yang menarik kata Erna yang patut menjadi catatan pelajaran hidup, dalam mengeratkan kebersamaan. Salah satu kebersamaan itu nampak saat hampir semua pengurus makan bersama di atas bus dan membuka bekal masing-masing. “Ada yang bawa burasa’, ada sate, abon, kue brownis, dan aneka cemilan lainnya. Semua makanan itu tidak ada yang dibeli. Semuanya dibuat masing-masing. Lalu semuanya saling tukar dan dinikmati bersama. Masyaallah nikmat sekali. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan,” kata Erna yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Parepare ini.

Erna menjelaskan kebersamaan, solidaritas, dan kekeluargaan dapat dipupuk dengan dimulai dari hal-hal kecil, seperti makanan, makan bersama dan saling berbagi makanan.

“Sebagai umat muslim kita disunahkan berbagi makanan dengan kerabat. Rasulullah SAW telah mencontohkan kita berbagi makanan meskipun jumlahnya tidak banyak,” pesan Erna.

Dia mencontohkan hadis Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan HR At-Thabrani. “Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya,” kutip Erna.

Di atas bus pariwisata yang dilengkapi tv terkoneksi youtube ini menambah kesan kebersamaan di antara mereka.

Saat tiba di Bandung, mereka telah dijemput oleh Ketua FCC, Andi Oci dan Pembina FCC, Hj Liestiaty F Nurdin. (*)